• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Entertainment
  • Travel
  • Contact Us

Technology

Tasty Treats
Travel Journal

Author Info

Hello...

Fashion

  • Home
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Facebook

Popular Posts

  • Seberapa Pentingkah Ranking di Sekolah?
    Sumber : iStock Pada bulan Juni dan Desember biasanya menjadi waktu dimana momen pembagian raport para siswa terjadi. Ada yang senang ...
  • Cara Mengatasi Bahaya dari Sifat Gengsi
    Kenapa seseorang membeli HP yang jauh lebih mahal dari kebutuhannya? Kenapa seseorang membeli mobil yang jauh lebih mahal daripada k...
  • Bahaya Lisan Menurut Pandangan Islam!
    Ilustrasi : Republika   Lisan merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia. Walaupun lisan membawa manfaat dan memu...
  • Haruskah Sistem PR di Sekolah Dihapuskan?
    PR dapat menjadi pembatas aktivitas siswa ( Sumber : SatelitPost ) Menurut Cooper, Pekerjaan Rumah (PR) merupakan tugas yang diberikan...
  • Cara Mengatasi Stres Sekolah pada Peserta Didik
    Sumber: kajianpustaka.com Stres merupakan gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. St...
  • Marah Untuk Membela Diri, Menjatuhkan Untuk Lebih Tinggi
    Seorang guru membuat garis sepanjang 100 cm di papan tulis. Kemudian beliau berkata, “Coba kalian perpendek garis ini!” Ucapnya di d...
  • "Andai Saja Aku Masih Mempunyai Kesempatan Kedua"
    “Everyday is a second chance”. Begitulah ungkapan kalimat yang kebetulan saya baca di sebuah artikel. Kalimat sederhana yang membuat s...

Blog Archive

  • ▼  2020 (7)
    • ▼  Mei (3)
      • Mana yang Lebih Efektif, Cuci Tangan atau Hand San...
      • Kenapa Bahasa Inggris Dijadikan Sebagai Bahasa Int...
      • Mengapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-Banyak...
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2019 (7)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (1)

Subscribe Us

Ad Space

Responsive Advertisement
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Home-icon
  • Motivation
  • _Self Improvement
  • _Life Goals
  • Learn From Songs
  • Education
  • Quotes Collection
  • Contact
  • _Error Page
  • Mega Menu
  • Documentation
  • _Web Documentation
  • _Video Documentation
  • Download This Template

Menu Footer Widget

  • Home
  • About
  • Contact Us
  • pinterest
  • instagram

Follow Us

  • Home
  • Shortcodes
  • About
  • Contact
  • 404
Home Trending _Gadgets _hello contact

Follow Us

  • bloglovin
  • pinterest
  • instagram
  • facebook
  • Instagram

Text Widget

About me

a


Janice

"The most important thing is to enjoy your life — to be happy — it’s all that matters.”


Contact

Labels

  • Daily Problems
  • Ekonomi
  • inspirator
  • Kebijakan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Refleksi Diri
  • Sosial-Politik

Tags

Ticker

6/recent/ticker-posts
  • Home
  • Fashion
  • Shop
  • _Dropdown 1
  • _Dropdown 2
  • _Dropdown 3
  • __Dropdown 3.1
  • __Dropdown 3.2
  • __Dropdown 3.3
  • __Dropdown 3.4
  • _Dropdown 4
  • _Dropdown 5
  • Documentation
  • Download

Slider

5/random/slider

Penelusuran Bersponsor


Penelusuran Bersponsor


Penelusuran Bersponsor



Advertising


Labels Cloud

  • Daily Problems
  • Ekonomi
  • inspirator
  • Kebijakan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Refleksi Diri
  • Sosial-Politik

Advertisement

Main Ad

My Instagram

featured Slider

Pages

  • Beranda

Navigation Menu

3/recent/post-list

Follow me on pinterest

Popular Posts

  • Mengapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-Banyaknya?
    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019 sebesar 9,22%  dari jumlah penduduk Indonesia ...
  • Usulan Sekolah 3 Hari Ala Kak Seto
    Kak Seto Mengusulkan "Kurikulum Millenial" Kepada Nadiem Makarim ( Sumber: Tribun Padang ) Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.S...
  • Marah Untuk Membela Diri, Menjatuhkan Untuk Lebih Tinggi
    Seorang guru membuat garis sepanjang 100 cm di papan tulis. Kemudian beliau berkata, “Coba kalian perpendek garis ini!” Ucapnya di d...
Mencuci Tangan, Sabun, Cuci, Kebersihan, Bersih, Keran

Semenjak Pandemi COVID-19 ditetapkan oleh WHO, budaya cuci tangan menjadi budaya yang wajib ada di seluruh negara yang terinfeksi. Hal tersebut karena cuci tangan merupakan salah satu cara termurah, termudah, dan paling penting untuk mencegah penyebaran virus. 

Seperti yang telah kita ketahui, virus yang menyerang sistem pernafasan ini menyebar ketika tetesan yang mengandung virus tersebut masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau tenggorokan. Yang paling sering, virus akan masuk ke tubuh melalui perantara tangan.

Menurut WHO, mencuci tangan dengan sabun dan air akan membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita. Nah, selain dengan mencuci tangan, WHO juga menyarankan untuk membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Lantas timbul pertanyaan, mana yang lebih efektif mencegah virus COVID-19 ini? Mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer?

Dikutip dari tirto.id, Sanitizer pada dasarnya adalah isopropil alkohol, plus gel, ditambah minyak esensial. Pada awalnya, rumah sakit dan pusat layanan kesehatan lainnya menggunakan solusi ini untuk dokter yang tidak sempat pergi ke kamar kecil untuk mendisinfeksi diri sebelum bertemu pasien. 

Cara sanitizer bekerja terutama melalui kekuatan alkohol. Alkohol dapat "membunuh" banyak jenis bakteri dan virus dengan menghancurkan lapisan terluar mereka, membuat mereka tidak dapat mengambil alih inang. Ini tidak efektif dengan virus dengan kulit luar yang keras, seperti norovirus. Namun, dalam keadaan darurat, sanitizer akan melindungi kita dari virus tak kasat mata yang mungkin ada di transportasi massal atau toilet umum.

Nah, sabun bekerja agak berbeda dengan sanitizer. Alih-alih membunuh virus dan bakteri, tujuannya adalah untuk mengangkat kotoran, minyak, dan agen berbahaya lainnya yang ada di tangan kita. Sanitizer tidak menghilangkan apa-apa, karena hanya mensterilkan bakteri dan virus serta dapat meninggalkan pestisida atau spora di tangan kita.

Membasuh virus COVID-19 mungkin tidak terdengar seampuh menghentikannya, namun terbukti lebih efektif, terutama untuk patogen yang terbungkus lendir.

Centers of Disease Control and Prevention (CDCD) mengatakan bahwa secara tidak langsung mencuci tangan akan mengurangi dan membunuh jumlah kuman di tangan. Sabun dan air lebih efektif daripada penggunaan hand sanitizer, terutama ketika tangan terlihat berminyak atau kotor.

"Tidak ada alasan apapun yang membuat alkohol lebih baik daripada mencuci tangan secara efektif," kata Preeti Malani, seorang profesor medis yang berfokus pada penyakit menular di University of Michigan,

Cara Tepat Mencuci Tangan

Cara yang tepat mencuci tangan menurut PDEI adalah sebagai berikut:
  1. Membasahi kedua tangan dengan air bersih yang mengalir, lalu matikan dan tuangkan sabun secukupnya.
  2. Menggosok kedua tangan, pastikan sela-sela jari, kedua punggung tangan dan bawah kuku dibersihkan.
  3. Mengaitkan seluruh jari dan telapak tangan untuk saling menyentuh, kemudian menggosok bagian dalam dan bergantian dua sisi tangan.
  4. Tukar posisi dengan mengaitkan jari-jari tangan kiri di atas punggung tangan kanan dan menggosok bagian punggung tangan bergantian.
  5. Menggosok jempol kiri menggunakan tangan kanan dengan gerakan memutar, begitu juga sebaliknya.
  6. Proses tersebut selama kurang lebih 20 detik selama menggosok tangan.
  7. Membilas tangan hingga bersih dengan air yang mengalir.
  8. Mengeringkan kedua tangan dengan handuk bersih atau di angin-anginkan.
  9. Jika memungkinkan, matikan keran menggunakan siku untuk menghalangi tangan yang bersih saat mematikan keran.


Penggunaan Hand Sanitizer

Cara tepat menggunakn sanitizer ialah dengan mengeluarkan produk sekitar tiga milimeter (seukuran payet) ke telapak tangan. Kemudian, gosokkan sekurang-kurangnya 10-15 detik sampai tangan menjadi kering. Kita dapat melakukan hal tersebut kapanpun ketika kita merasa perlu.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan. Dikutip dari merdeka.com, penggunaan sanitizer terlalu sering akan menyebabkan tangan menjadi kering dan pecah-pecah bahkan hingga berdarah, apalagi jika kondisi kulit yang sensitif. Tetapi ada juga sanitizer yang membantu menenangkan kulit, yaitu sanitizer yang mengandung emolien

Wrote by Muhammad Andi Firmansyah
Bahasa Inggris, Bahasa, Studi, Sekolah, Pendidikan

Setelah bertahun-tahun kita bersekolah, pastinya kita sudah dikenalkan dengan mata pelajaran bahasa Inggris. Namun pernahkah Anda bertanya, 

"Kenapa harus belajar bahasa Inggris? Bukan bahasa China atau India? Bukankah kedua negara itu merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia?"

Singkatnya, karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Bahasa internasional sekurang-kurangnya mengacu pada empat konsep, yaitu:
  1. Bahasa resmi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Saat ini terdapat enam bahasa resmi PBB, yaitu Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, Mandarin, dan Arab.
  2. Bahasa perhubungan antar negara
  3. Bahasa Inggris sebagai bahasa dunia
  4. Bahasa Esperanto

Nah, konsep yang akan saya bahas kali ini mengacu pada konsep yang ketiga. Lantas timbul pertanyaan, 

"Kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa dunia?"

Dikutip dari Portalsatu, sebuah penelitian terbaru membeberkan bahwa jumlah bahasa yang digunakan manusia untuk berkomunikasi saat ini mencapai 7.000 bahasa dan digunakan oleh hampir tujuh miliar orang di seluruh dunia.

Dari jumlah yang sekian banyaknya, kenapa bahasa Inggris yang dijadikan sebagai bahasa internasional atau bahasa dunia?

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Ada 400 juta penutur asli dan 2 milyar orang mempelajarinya sebagai bahasa kedua. Ini berarti ada sekitar 2,4 milyar orang di dunia yang menggunakan Bahasa Inggris.

Sebelum saya masuk ke pembahasan inti, alangkah baiknya kita mengetahui latar belakang kenapa harus ada bahasa internasional. Kesulitan untuk berkomunikasi antar manusia dengan bahasa yang berbeda menimbulkan kesepakatan diperlukannya 'Lingua Franca' alias bahasa bersama. Istilah tersebut lazim dikenal dengan bahasa internasional. 

Seperti bahasa Indonesia yang digunakan untuk berkomunikasi seluruh orang Indonesia yang memiliki beragam bahasa daerah, begitupun dengan dunia. Perlu satu bahasa bersama agar orang-orang dari berbagai bangsa bisa tetap 'nyambung' mengobrolnya. Bahasa internasional tercipta untuk menjembatani atau menghubungkan antar bangsa yang memiliki bahasa masing-masing.

Nah, lingua franca ini juga berbeda-beda setiap era dan wilayah. Misalnya dulu di abad ke-7, area Asia Tenggara memakai bahasa Arab sebagai lingua franca yang asalnya dari Timur Tengah. Namun saat ini, seluruh dunia sepakat untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai lingua franca dunia. Lantas kenapa bisa demikian? Berikut saya paparkan beberapa alasan mengapa bahasa Inggris menjadi bahasa internasional.

1. Bahasa Inggris Menjadi Salah Satu Bahasa Tertua di Dunia

Dikutip dari Kompas.com, Bahasa Inggris merupakan bahasa tertua di dunia dan muncul sekitar 8 masehi. Kemudian mengalami perkembangan yang pesat hingga menjadi bahasa internasional. 

Dikutip wonderpolis, para sejarawan melacak asal-usul bahasa Inggris sampai tiga suku Jerman, yakni Angles, Saxon, dan Rami yang menginvasi Britania Raya pada abad ke-5. Orang-orang yang tinggal di Inggris pada waktu itu berbicara bahasa Celtic. Para penjajah mendorong orang-orang tersebut ke utara dan barat yang sekarang bernama Wales, Skotlandia, dan Irlandia. 

Angles yang menyerang berasal dari "Englaland" dan bahasa yang dipergunakan disebut "Englisc". Dari situlah Inggris berasal. 

Bahasa Inggris kuno diucapkan hingga sekitar tahun 1100. Pada 1500 dan 1600, para pedagang membawa banyak orang baru dalam berkomunikasi. Mesin cetak juga membuat buku lebih umum dan banyak orang yang membaca. 

Banyak kata dan frasa dari negara-negara yang meresap ke dalam bahasa tersebut dan bahasa Inggris menuju bahasa Inggris modern. Pada 1800-an, Revolusi Industri dan teknologi baru memberi orang kebutuhan akan kata-kata baru.

2. Bahasa Inggris Memiliki Banyak Kosakata dan Mudah Dipelajari

Menurut tim riset gabungan peneliti Havard University dan Google mencatat penambahan kosa kata bahasa Inggris itu mencapai 8.500 kata pertahun. Kini jumlah total telah mencapai 1.022.000 kata. Itu merupakan jumlah kosakata yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara kita tercinta ini. Memang, perkembangan jumlah kosakata ini lah yang menjadi salah satu patokan layak atau tidaknya sebuah bahasa dianggap sebagai bahasa internasional.

3. Inggris Merupakan Negara Maju

Sekilas, seperti tidak ada kaitannya sama sekali antara negara maju dengan bahasa internasional. Namun, bahasa negara maju menjadi bahasa internasional merupakan efek domino dari derajat negara maju. Negara Inggris merupakan negara yang sangat maju. Hal itu terlihat dari inovasi dan penyebaran ilmu pengetahuan yang banyak dari negara barat. Ilmuwan-ilmuwan, essay-essay, invention, dan inovasi yang ada di negara barat sana perkembangannya sangat cepat. 

Dulu juga berlaku begitu ketika dunia keilmuan dikuasai Arab. Bahasa arab menjadi dominan di dunia. Dan bahasa latin yang sempat mendominasi, Yunani dan seterusnya. Penggunaan bahasa Inggris seolah-olah menjadi hal wajib jika ingin mengikuti perkembangan.

4. Inggris Memiliki Negara Jajahan Terbanyak

Jika kita melihat sejarah, Inggris merupakan salah satu negara penguasa dunia yang sempat mendaulatkan diri sebagai polisi dunia. Memang, saat itu Amerika Serikat "si adidaya" belum lahir. 

Sebuah studi terbaru menunjukkan 90 persen negara di dunia ternyata pernah dijajah Inggris. Dari sekitar 200 negara di dunia saat ini, hanya 22 negara yang sama sekali tak pernah dijajah Inggris, antara lain Guatemala, Tajikistan dan Kepulauan Marshall termasuk satu negara Eropa, Luksemburg. Sejarah penjajahan Inggris itu dimuat dalam sebuah buku berjudul All Countries We've Ever Invaded: And the Few Never Got Round To, karya Stuart Laycock.

Nah, di negara-negara koloni Inggris ini mau tidak mau harus menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Bahkan, banyak di antara negara-negara tersebut yang masih menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya seperti India dan Singapura. Oleh karena itu, bahasa Inggris berkembang sangat pesat dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.

5. Munculnya Amerika Serikat sebagai Negara Adidaya

Jika kita belajar sejarah, kita pasti tahu bahwasanya Amerika Serikat "Sang Superpower" dulunya merupakan jajahan Inggris. Faktanya, penduduk asli Amerika adalah suku Indian yang dari tahun ke tahun semakin terancam eksistensinya. 

Mayoritas orang Amerika sendiri, dulunya adalah orang Inggris yang melarikan diri dari negaranya. Pada mulanya, Inggris tidak berminat ke Amerika. Namun, minat Inggris ke Amerika, Asia, dan Afrika bangkit kembali pada tahun 1562. Ratu Elizabeth I memiliki banyak informasi mengenai keuntungan-keuntungan yang diraih Spanyol dan Portugis dari penjelajahan ke Amerika, Asia, dan Afrika.

Singkatnya, Inggris berhasil mendirikan 13 koloni di Amerika. Namun pada abad 18, Inggris dipaksa meninggalkan Amerika setelah 13 koloni tersebut mendeklarasikan kemerdekaan pada 1776. Bertahun-tahun orang Inggris terus berdatangan dan menetapkan otoritasnya di benua Amerika.

Karena itu juga, Amerika Serikat memakai bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Bersamaan dengan semakin kuatnya Amerika sebagai negara adidaya, bahasa Inggris semakin dipatenkan sebagai bahasa internasional. Mungkin karena ini juga orang-orang merasa aneh saat Donald Trump menolak imigran. Entah lupa diri atau apa, wong kebanyakan orang Amerika itu memang imigran!

6. Dampak Perang Dunia Pertama

Setelah Perang Dunia pertama, ilmuwan Belgia, Perancis dan Inggris memboikot ilmuwan Jerman dan Austria. Mereka tidak diperbolehkan menghadiri berbagai konferensi dan tidak dapat mempublikasikan karyanya dalam jurnal Eropa Barat. 

Akibatnya terdapat dua komunitas sains. Pertama dengan bahasa Jerman, sedangkan kedua komunitas di Eropa Barat berbahasa Inggris dan Perancis. Ketika Amerika Serikat berperang pada 1917, di Amerika Serikat terdapat gelombang anti Jerman. Padahal sebagian besar rakyat Amerika Serikat menguasai Jerman. Bahasa Jerman dianggap sebagai tindakan kriminal di 23 negara. 

Pada waktu itu masyarakat tidak boleh berbicara bahasa Jerman di depan umum, pada siaran radio atau mengajarkan kepada anak-anak. Akibatnya banyak ilmuwan yang kurang memahami bahasa-bahasa asing. Saat itu sains di Amerika Serikat sudah mulai mengambil alih dunia. Itulah kenapa sekarang kata-kata tertentu langsung dijadikan bahasa Inggris.

7. Adanya Ekspansi di Bidang Budaya Populer

Selain perekonomian, ada juga ekspansi di bidang budaya populer. Di kalangan generasi muda, faktor inilah yang menegaskan posisi bahasa Inggris sebagai bahasa dunia. Mulai dari film, musik, dan budaya populer lainnya masih berkiblat ke Amerika Serikat atau Inggris. 

Dalam hal film misalnya, sudah tak perlu diragukan lagi bahwa dominasi film Hollywood sudah dijadikan "kiblat" dari dunia perfilman. Kemudian dalam hal permusikan, musisi-musisi legendaris dunia banyak menciptakan karyanya dalam bahasa Inggris. Mungkin jika gelombang Kpop atau drama Korea semakin mendunia, bukan tidak mungkin Bahasa Korea juga menjadi bahasa internasional hehe..

Nah, berdasarkan popularitasnya saat ini, bahasa Inggris diperkirakan masih akan menjadi bahasa dunia hingga berpuluh-puluh tahun ke depan. Hal tersebut diperkuat dengan adanya prediksi bahwa India akan mengalahkan China sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di tahun 2022 nanti. Sebab selain bahasa Hindi, bahasa kedua di India adalah Bahasa Inggris.
Wrote by Muhammad Andi Firmansyah
Uang, Keuntungan, Keuangan, Bisnis, Kembali, Hasil, Kas

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019 sebesar 9,22%  dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 24,79 juta orang.

Kemudian dalam lima tahun terakhir, jumlah pengangguran di Indonesia memang cenderung menurun. Namun pada Februari 2020, angka pengangguran kembali meningkat 60 ribu orang. Dari 6,82 juta orang pada 2019 menjadi 6,88 juta orang setahun setelahnya.

Bahkan posisi utang Pemerintah per akhir Maret 2020 mencapai Rp 5.192,56 triliun. Utang ini mengalami kenaikan sebesar Rp 244,38 triliun dibandingkan dengan Februari yang tercatat Rp 4.948,18 triliun.

Ditambah lagi negara sedang berlarut-larut menangani masalah Pandemi COVID-19, utang negara pun semakin kalang kabut. 

Banyak dari kita yang mungkin sering berandai-andai untuk mencetak uang sebanyak-banyaknya agar negara kita menjadi kaya dan tidak ada orang miskin. Negara kita terbebas dari utang dan semua orang tidak perlu bekerja keras mencari uang. Ya, saya sendiri pun pernah membayangkan hal tersebut ketika SD. Sekarang, saya sadar begitu lugu dan idiotnya saya waktu itu haha..

Lantas kenapa negara tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya?

Jawaban singkatnya, jelas tidak bisa!

Supaya lebih mudah dipahami, saya uraikan alasan-alasan negara tidak bisa mencetak uang sebanyak-banyaknya!

1. Memicu Inflasi Tinggi

Intinya, negara tidak akan bisa mencetak uang sebanyak-banyaknya. 

"Karena kurang bahan bakunya?"

Bukan! Bukan itu!

Negara tidak bisa melakukan hal tersebut karena dapat mengakibatkan inflasi tingkat tinggi. Apa itu Inflasi? Inflasi adalah suatu kondisi di mana harga barang-barang pemenuh kebutuhan meningkat secara umum dan terjadi dalam waktu yang lama.

"Tapi bukannya daging sapi juga sering naik kalau mau lebaran? Apa itu juga inflasi?"

Bukan, inflasi itu terjadi ketika barang-barang secara umum mengalami kenaikan harga dan terjadi dalam waktu yang lama. Misalnya, jika harga sembako dan bahan-bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga serta terjadi dalam waktu yang lama, maka itu merupakan contoh inflasi.

Sederhananya, peredaran jumlah uang di masyarakat dan jumlah barang yang dibutuhkan masyarakat haruslah seimbang.

Logikanya seperti ini, jika pemerintah mencetak uang terlalu banyak, maka kita sebagai masyarakat juga akan memiliki banyak uang. Tentunya hal tersebut membuat kemampuan kita membeli barang atau jasa semakin tinggi. Ditambah lagi dengan sifat alami manusia yang serakah akan membuat kita semakin bernafsu untuk membeli banyak barang.

Akibatnya, barang-barang yang dibutuhkan jumlahnya akan berkurang. Supaya tidak terjadi kelangkaan barang, maka otomatis harga dari barang-barang yang dibutuhkan tersebut akan naik. Hal tersebut dapat membuat daya beli masyarakat menurun dan menyeimbangkan kembali antara peredaran jumlah uang dengan jumlah barang yang dibutuhkan.

Dengan kata lain, mencetak uang sebanyak-banyaknya tidak akan mengubah apa-apa kecuali mengurangi nilai mata uang itu sendiri. Akhirnya, uang semakin lama semakin tidak berharga karena jumlahnya yang terlalu banyak.

Contohnya terjadi pada negara Zimbabwe. Zimbabwe pernah mengalami inflasi hingga 11,250 juta persen bahkan pernah menyentuh 231 juta persen pada 2008. Tingginya angka inflasi mendorong negara ini melakukan redenominasi mata uang, dengan menyederhanakan uang 10 miliar dolar Zimbabwe menjadi 1 dolar Zimbabwe atau menghilangkan 10 angka nol. Harga telur di sana saat itu bisa mencapai angka milyaran dollar Zimbabwe. Sangat fantastis, bukan?

Kemudian, negara Jerman juga pernah mengalami hyper inflasi. Setelah kalah pada perang dunia pertama dan harus menanggung biaya kerugian perang, mereka mencetak uang yang sangat banyak. Akibatnya, uang menjadi tidak berharga. Saking tidak berharganya, uang di sana dipakai untuk mainan, menyalakan api kompor, hingga menjadi penghias dinding di rumah.

Tidak ketinggalan, negara Hungaria setelah perang dunia kedua, pernah memiliki uang kertas dengan nominal 1.000.000.000.000.000.000.000 (satu milyar triliun) menjadikannya sebagai salah satu inflasi terparah sepanjang sejarah.

2. Utang luar negeri membengkak 

Risiko utang luar negeri yang naik tajam merupakan efek domino dari anjloknya mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Semakin nilainya merosot, maka otomatis membuat utang luar negeri bisa semakin membengkak. 

Bank Indonesia berbeda dengan bank sentral AS Federal Reserve yang dapat dengan bebas mencetak dollar AS. Mata uang Negeri Paman Sam dipakai oleh sebanyak 85 persen transaksi ekspor-impor dunia, sedangkan rupiah tidak diakui mata uang yang dipakai secara internasional. 

3. PHK besar-besaran

Jumlah uang yang beredar terlalu banyak bisa membuat daya beli masyarakat anjlok. Ini terjadi saat uang yang beredar tak sebanding dengan produksi barang/jasa. Otomatis, harga barang-barang yang dibutuhkan akan meningkat tajam.

Hal tersebut membuat daya beli masyarakat menurun. Karena lemahnya daya beli masyarakat, banyak perusahaan terpaksa menurunkan atau menahan produksi mereka yang berimbas pada langkah pengurangan karyawan. 

Selain itu, hal ini dipandang investor sebagai risiko, sehingga mereka juga tak tertarik berinvestasi di Indonesia. Dalam kondisi parah, investor akan menarik modalnya di Indonesia.

Nah, sekarang sudah jelas, kan? Mencetak uang sebanyak-banyaknya tidak akan mengubah nasib negara kita menjadi kaya. Justru, dapat menimbulkan masalah-masalah lain khususnya di bidang perekonomian. Tapi tahukah Anda? Indonesia sendiri sebenarnya punya catatan sejarah mencetak uang lebih banyak saat terjadi krisis, tepatnya di era Presiden Soekarno. Saat itu, uang yang dicetak tersebut banyak digunakan untuk membangun proyek-proyek mercusuar seperti Monas, GBK, hingga Hotel Indonesia. 
Wrote by Muhammad Andi Firmansyah
Koin, Kalkulator, Anggaran, Anggaran Rumah Tangga, Uang

Di era teknologi 4.0 ini, gaya hidup konsumtif bukanlah sesuatu yang asing lagi. Ditambah dengan mudahnya melakukan online shop membuat masyarakat semakin dimanja untuk hidup konsumtif. Hal tersebut membuat pola hidup sederhana menjadi sesuatu yang langka dan sulit untuk dilakukan setiap orang. Pasalnya, kehidupan seperti sekarang membuat banyak orang mudah diperbudak oleh keinginannya sendiri. Jika Anda adalah salah satu orang yang menderita karena hal tersebut, mungkin artikel ini dapat mengubah pandanganmu mengenai pentingnya hidup sederhana.

Makna dan Arti Hidup Sederhana

Masyarakat awam selalu mengidentikkan kata “sederhana” dengan kemiskinan. Padahal ada makna dari pola hidup sederhana yang jarang diketahui banyak orang. Hidup sederhana adalah pola hidup dengan tidak berlebih-lebihan dan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuannya masing-masing, tidak melulu harus mengandung unsur kemewahan dalam segala hal. Pada akhirnya kesederhanaan itu bernilai pada unsur kebutuhan dan juga kemampuan materi seseorang.

Memiliki gaya hidup sederhana tentunya dapat membantu kita dalam menata kehidupan. Kesederhanaan tidak hanya berkaitan dengan perilaku, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana cara kita berpikir menjalani kehidupan ini. Banyak orang terkenal dan sukses tidak membuang waktu mereka untuk memilih pakaian, mereka lebih suka menghabiskannya untuk bisnis dan komunikasi dengan keluarga. Jika Anda memerhatikan, mereka seringkali hanya memakai kaos yang sama dalam acara yang mereka hadiri.

Pola hidup sederhana bukan berarti menghemat uang dan membeli barang-barang yang murah. Kesedehanaan adalah tentang konsumsi yang rasional dan masuk akal, membebaskan ruang dari hal-hal yang tidak perlu dan berlebihan.

Saya teringat dengan apa yang dikatakan oleh pelawak kondang, Cak Lontong. Beliau mengatakan dengan gamblang bahwa miskin dan sederhana adalah dua hal yang berbeda dan saling bertolak belakang. Miskin itu kondisi hidup, sedangkan sederhana adalah cara hidup. Miskin dapat diubah tergantung masing-masing individu, mau berubah atau tidak. Sedangkan hidup sederhana berjalan sejajar dengan orang bijaksana. Dari tuturan tersebut, kita dapat mengambil benang merahnya bahwa miskin bukanlah bagian dari sederhana. Namun, sederhana lahir ketika kita dapat menerapkan pola hidup yang bijaksana dan tidak berlebih-lebihan.

Ciri-Ciri Pola Hidup Sederhana

  • Mampu Membedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Mereka yang menerapkan pola hidup sederhana akan mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan sehingga mereka tidak termakan oleh nafsu mereka sendiri. Lalu bagaimana cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan? Dalam ilmu ekonomi, kebutuhan adalah sesuatu yang kita perlukan guna mencapai kemakmuran dan apabila tidak dipenuhi, maka akan mengganggu kelangsungan hidup kita. Misalnya, makan merupakan merupakan salah satu kebutuhan kita sebagai makhluk hidup dan apabila tidak makan, maka kelangsungan hidup kita akan terganggu bahkan bisa menghilangkan nyawa. Sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang diperlukan dan diinginkan oleh seseorang, namun apabila tidak dipenuhi tidak akan mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Misalnya, saya ingin membeli game console karena itu seru dan menyenangkan. Tapi jika saya tidak membeli game console, apakah hidup saya akan sengsara dan bahkan bisa menghilangkan nyawa saya? Tentu saja tidak.

Lalu, berarti kita tidak boleh memenuhi keinginan jika ingin hidup sederhana? Tidak juga. Menerapkan hidup sederhana bukan berarti kita harus hidup dalam kemiskinan dan sengsara. Pola hidup sederhana memiliki indikasi atau parameter yaitu setelah memenuhi kebutuhan primer, kemudian memenuhi kebutuhan sekunder dan terakhir kebutuhan tersier.

  • Hobi Berbagi

Seseorang yang menerapkan hidup sederhana akan mampu menolong orang lain selain dirinya sendiri. Kita sudah sangat paham bahwa manusia merupakan makhluk sosial, yaitu tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, tak peduli sekaya apapun dia. Di sinilah Islam mengajarkan umatnya untuk saling berbagi dan tolong menolong di jalan kebaikan. Bagi mereka yang menerapkan hidup sederhana, berzakat dan bersedekah sudah menjadi kebiasaan karena mereka sadar terhadap semua yang dimilikinya ada hak dan rezeki orang lain untuk menikmatinya.

  • Rajin Menabung dan Tidak Mudah Berhutang

Menerapkan pola hidup sederhana akan memungkinkan mereka menyisihkan uang untuk ditabung karena mereka membelanjakan uang yang mereka miliki secukupnya, sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Hal tersebut juga membuat mereka tidak mudah untuk berhutang kepada orang lain. Mereka menabung untuk menyiapkan diri terhadap kondisi-kondisi krisis keuangan yang bisa saja menerpa mereka. Mereka sadar betul bahwa hidup tidak selalu berada di atas, ada kalanya kita mengalami bencana dan kita harus siap menghadapinya dari sejak jauh hari. Dengan demikian, orang yang hidup sederhana akan selalu siap menghadapi segala macam situasi dan kondisi dalam mengarungi samudera kehidupan mereka.

  • Giat Bekerja dan Mau Belajar

Hidup sederhana bukan berarti mengajarkan kita untuk malas bekerja. Justru sebaliknya, kesederhanaan akan membuat kita rendah diri dan sadar bahwa masih banyak hal yang belum kita pelajari di dunia ini. Hal ini mendorong kita untuk terus belajar dan selalu merunduk layaknya padi akan ilmu yang didapat. Hidup sederhana juga mengajarkan kita bahwa kebutuhan itu berkelanjutan, tidak pernah habis selama kita masih bernafas.

  • Berpikir Jernih dan Menghadapi Segala Sesuatu dengan Senyuman

Seseorang yang hidup sederhana tentunya memiliki pola pikir sederhana pula. Ia akan mampu berpikir jernih dalam kondisi apapun. Ia menghadapi ujian dari Allah dengan senyuman yang mengartikan bahwa Allah sangat mencintainya sehingga ia diuji dengan berbagai permasalahan hidup. Tentunya segala yang diujikan kepada kita oleh Sang Pencipta merupakan proses mendewasakan manusia menjadi pribadi yang lebih baik.

Hidup Sederhana dalam Pandangan Islam

Abu Umamah Iyash bin Tsa'labah al-Anshariy al-Haritsy RA berkata, "Pada suatu hari Rasulullah SAW membicarakan masalah dunia. Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, 'Apakah kalian tidak mendengar? Apakah kalian tidak mendengar? Sesungguhnya kesederhanaan itu bagian dari iman, sesungguhnya kesederhanaan itu sebagian dari iman'." (HR Abu Daud).

Secara warasnya, hidup harus dijalani dengan penuh kesederhanaan, senantiasa selalu bersyukur, dan tidak berlebih-lebihan. Bila sedang berkuasa dan memiliki banyak harta, sadarilah bahwa semua itu adalah amanah-Nya. Tidak semua yang kita miliki merupakan hak dan rezeki kita. Ada rezeki orang lain yang seharusnya kita sedekahkan dan berzakat. Kita tidak perlu memenuhi semua keinginan, karena pada dasarnya tidak ada yang sempurna kecuali pemiliknya, Sang Maha Sempurna.

Mereka yang hatinya dipenuhi keimanan akan senantiasa menjalani kesehariannya dengan apa adanya, termasuk dalam menghadapi segala persoalan hidup. Kita dituntut untuk menyikapi segala persoalan dengan kepala dingin, tidak overacting, apalagi didramatisasi dan terkesan “lebay”.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan" (QS al-A'raaf : 31).

Rasulullah SAW bersabda, "Perhatikanlah orang yang berada di bawahmu dan jangan kamu memperhatikan orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih pantas agar kamu semua tidak menganggap sepele nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu." (HR Bukhari dan Muslim).

Pada hadits lainnya, Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga hal yang mengikuti kepergian jenazah, yaitu keluarga, harta, dan amalnya. Dua di antaranya akan kembali, hanya satu yang tetap menyertainya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan yang tetap adalah amalnya." (HR Bukhari dan Muslim). Wallahu 'alam.

Mengapa Hidup Sederhana?

  • Menjadi Pribadi yang Selalu Bersyukur

Hal pertama dan pasti dari manfaat menjadi orang yang hidup sederhana ialah menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Bersyukur dengan apa yang telah dimiliki merupakan salah satu kunci bahagia dalam kehidupan ini. Dengan bersyukur, maka seseorang akan lebih mengutamakan Tuhan di atas semua kepentingannya sendiri. Itu sebabnya bersyukur menjadi cara hidup sederhana dan bahagia yang paling utama.

  • Menjadi Diri Sendiri Sepenuhnya dan Pribadi yang Apa Adanya

Hal ini dapat diartikan bahwa orang yang hidup sederhana akan mampu menerima apa yang terjadi dalam hidupnya, menjalankannya, menyelesaikannya, dan tidak banyak mengeluh. Mereka tidak akan meniru gaya hidup orang lain, karena mereka bahagia menjadi diri mereka sendiri. Orang yang apa adanya akan selalu merenungkan setiap kegagalan yang dialami, kemudian membuat perubahan yang terencana guna bagi dirinya sendiri dan orang lain.

  • Mampu Mengendalikan Diri dan Tidak Bersikap Berlebihan

Seseorang yang menerapkan pola hidup sederhana akan tahu betul sampai mana batasan mereka dalam melakukan sesuatu. Mereka lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Oleh sebab itu, mereka tidak akan cepat kehabisan uang dan mampu menahan diri untuk tidak membeli barang yang bukan prioritasnya. Namun demikian, bukan berarti bahwa orang yang hidup sederhana itu pelit alias tidak melihat kualitas. Mereka yang hidup sederhana justru sebaliknya, mereka akan cenderung membeli barang satu berkualitas daripada harus membeli dengan kuantitas banyak namun berkualitas rendah.

Namun, mereka juga memiliki rencana keuangan yang matang. Jadi uang yang mereka miliki tidak hanya dibelanjakan barang bermerk saja, namun jika sudah ada uang lebih dan tujuannya untuk dibelikan barang tersebut tentu saja tidak apa-apa karena mereka tetap mengedepankan kebutuhan sehari-sehari dibandingkan dengan membeli barang yang tidak terlalu penting dan dibutuhkan.

  • Berpenampilan Sesuai dengan Isi “Kantong”

Ada sebagian orang yang memaksakan diri untuk berhutang demi berpenampilan mewah. Mereka tidak sadar bahwa kemiskininan sudah menanti mereka di masa mendatang. Tetapi mereka yang menerapkan pola hidup sederhana tidak akan membuatnya terdorong untuk berpenampilan mewah. Tampil dengan seadanya dan rapi merupakan suatu kecukupan bagi mereka.

  • Bersikap Rendah Hati dan Jiwa Sosial yang Tinggi

Dengan hidup sederhana, mereka akan mampu menyisihkan uangnya untuk ditabung. Mereka juga tidak akan segan untuk membantu orang lain yang membutuhkan dengan menggunakan uang tabungannya. 

  • Hidup Menjadi Tidak Diperbudak Keinginan

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, menerapkan pola hidup sederhana akan membuat kita mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Dengan tidak diperbudak oleh keinginan, hidup kita akan menjadi tenang karena beban kita sangatlah ringan. Jika kita menyadarinya, apa yang membuat kehidupan ini begitu susah untuk dijalani? Karena sebagian orang masih diperbudak oleh keinginan dan rasa gengsinya sehingga hidup mewah merupakan suatu keharusan.

  • Memberikan Kenyamanan dan Meminimalisir Beban Pikiran

Kita tentunya ingin membebaskan pikiran kita dari hal yang tidak perlu dan berhenti berbicara dengan orang-orang "berlebihan" yang hanya menyedot energi kita. Mengurangi hal-hal ini menghasilkan lebih banyak waktu, ruang, uang, dan kesenangan dalam hidup. Ini membawa keteraturan dan keringkasan ke dalam hidup kita tanpa membuat hal-hal terlalu rumit. Hidup sederhana juga menghabiskan lebih sedikit uang bukan karena kita pelit, tetapi karena kita harus bertanya pada diri sendiri sebelum membeli dan membuat keputusan secara rasional.

Mereka yang hidup glamor dan berfoya-foya pastinya sering merasa tidak tenang dalam hidupnya, apalagi jika barang yang diinginkannya belum dimiliki. Karena pikiran yang lebih tenang, orang yang hidup sederhana tidak ada masalah rumit pada pikirannya. Maka orang yang hidup sederhana biasanya juga memiliki perangai yang sangat baik di kehidupan masyarakat. Selain itu mereka juga biasanya mampu memberikan solusi kepada mereka yang sedang dilanda kebingungan terutama dalam masalah keuangan. Apalagi saat ini sangat banyak produk yang beredar sehingga terkadang keinginan lebih susah dikendalikan.

Demikian artikel saya kali ini. Saya akan menutup artikel ini dengan mengutip ucapan dari Napoleon Bonaparte. Dia mengatakan, "Kesederhanaan adalah dasar segala moral dan kebajikan utama manusia. Tanpa kesederhanaan, manusia tidak ada bedanya dengan binatang."
Wrote by Muhammad Andi Firmansyah

Seorang guru membuat garis sepanjang 100 cm di papan tulis. Kemudian beliau berkata,

“Coba kalian perpendek garis ini!” Ucapnya di depan kelas kepada para siswa.

Rahmat maju ke depan, kemudian ia menghapus garis itu sehingga tersisa garis dengan panjang 70 cm. Rio maju ke depan dan melakukan hal yang sama yaitu menghapus garis tersebut sampai panjangnya tersisa 40 cm. Rendi maju ke depan dan melakukan hal yang sama sampai menyisakan garis sepanjang 20 cm.

Terakhir, Bryan maju ke depan dengan membawa sepotong kapur. Ia sama sekali tidak menghapus garis yang sudah dibuat oleh gurunya, melainkan ia membuat garis baru sepanjang 120 cm di bawah garis tersebut. Dia lantas berkata, “Saya sudah membuat garis yang bapak buat menjadi lebih pendek.”

Apa pesan yang dapat kita ambil dari ilustrasi tersebut? Bryan dapat membuat garis yang dibuat oleh gurunya menjadi lebih pendek tanpa perlu menghapusnya. Ia hanya membuat garis baru yang lebih panjang dari garis sebelumnya, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya. Sudah dapat menemukan pesan dari ilustrasi tersebut? Ya, untuk menjadi yang terbaik, tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan, menjelekkan, atau merendahkan pihak lain. Cukup lakukan kebaikan secara konsisten, maka Anda akan mampu menjadi yang terbaik.

Jika ingin mendapatkan nilai besar saat ujian, belajarlah dengan giat, bukan dengan menjatuhkan orang lain di mata guru atau menyontek. Jika ingin sukses dalam karir, tingkatkan kualitas diri Anda, bukan dengan menjatuhkan teman sekantor di mata bos. Jika ingin mendapat perhatian, berprestasilah dalam hal kebaikan, bukan dengan memfitnah orang lain di mata masyarakat. Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita karena permata akan tetap bersinar meskipun terpendam dalam lumpur yang gelap pekat.


Nyatanya, menjatuhkan atau merendahkan orang lain untuk dapat lebih tinggi dari mereka bukanlah hal yang ampuh. Logikanya, Allah sudah menakdirkan nasib setiap hamba-Nya. Ketika ada seseorang yang berusaha menjatuhkan Anda agar dirinya dapat lebih tinggi dari Anda, tenanglah! Allah adalah sebaik-baiknya pelindung bagi kita. Seberapa keras pun dia menjatuhkan Anda, jika takdirnya berada di tingkatan “lebih rendah” dari Anda, maka dia tak akan pernah bisa “lebih tinggi” dari Anda. Kalaupun ada yang berhasil menjadi lebih tinggi dengan menjatuhkan orang lain, memang takdirnya seperti itu. Mau dengan cara baik atau buruk, memang sudah waktunya dia berada di posisi yang “lebih tinggi”. Kalau bisa dengan cara baik, kenapa pilih cara yang buruk? Toh apapun yang terjadi sudah skenario terbaik dari Allah.

Kita memang tidak dapat mengubah takdir yang sudah terjadi karena waktu memang diciptakan untuk maju, bukan untuk mundur. Yang dimaksud mengubah takdir adalah mengubah takdir di masa mendatang atau dikenal dengan takdir muallaq. Bagaimana caranya? Yang paling utama adalah berdo’a dan berikhtiar. Lho, bukannya menjatuhkan orang lain itu salah satu bentuk ikhtiar? Anda sangatlah keliru jika berkata seperti itu. Anak SD pun tahu yang dimaksud ikhtiar di sini adalah ikhtiar yang condong kepada kebaikan atau hal positif.

Manusia diciptakan Allah untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Menjatuhkan, merendahkan, menjelekkan, menginjak, memfitnah, menghasut atau menyingkirkan manusia adalah tugas makhluk Allah yang lain dimana makhluk tersebut Allah ciptakan dari api. Ya, bukankah tugas tersebut sudah ditetapkan Allah untuk iblis dan keturunannya? Jika ada manusia yang melaksanakan tugas-tugas tersebut, apakah dia termasuk keturunan dari mereka? Atau memiliki ikatan saudara dengan mereka? Manusia memang tempatnya salah. Yang tidak wajar itu, sudah salah tidak mau berubah menjadi lebih baik.

Dalam buku The Essentials of Being Fabulous, Ellen Lubin-Sherman mengupas beberapa tanda kalau seseorang berpotensi menjadi frenemy. Apa itu frenemy? Sederhananya, dalam lisan berkata friend tapi sikapnya seperti enemy. Berikut ciri-ciri frenemy menurut Ellen Lubin-Sherman :

  1. Good news is a bad news. Saat sesuatu yang baik menghampiri Anda, frenemy memandang hal tersebut sebagai ancaman bagi dirinya. Misalnya ketika Anda mendapat pujian dari guru, raut muka atau gestur tubuhnya terlihat tidak nyaman walau dibalut dengan senyuman. Bahkan berusaha mengganti topik pembicaraan ketika ada yang berbagi cerita bagus kepadanya.
  2. Motivasi adalah sebuah dorongan pada hal yang tidak baik. Dia berusaha mendorong Anda untuk melakukan hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan. Misalnya ketika Anda diajak untuk menyontek saat ujian dengan memotivasi Anda agar mendapatkan nilai yang tinggi.
  3. Berkelit dari gosip. Ada teman Anda yang mengatakan kalau dia membicarakan keburukan Anda di belakang. Saat Anda ingin mengonfirmasi hal tersebut kepadanya, dia akan berkelit dan mengelak kalau seseorang telah salah mengartikan perkataannya.
  4. Kurang peka. Anda sedang sedih karena ditegur oleh guru. Bukannya menyemangati Anda untuk menjadi lebih baik, dia malah membicarakan teman-temannya yang mendapat nilai nol karena kasus yang sama.
  5. Memuji untuk menjatuhkan. Anda datang ke sekolah dengan seragam baru, frenemy akan berkata, ”Kamu lebih rapi ketika pakai seragam yang dulu deh,”. Jadi, maksudnya sekarang Anda jelek, gitu? Yang pasti, ia senang melihat Anda tidak percaya diri.
  6. Tak ingin Anda lebih dipuji darinya. Jika di sekolah, ia senang sekali mengajak Anda untuk lebih santai menghadapi ujian, “Jangan rajin-rajin amat. Aku juga belum belajar.”. Padahal dia sudah belajar semalaman secara diam-diam.
  7. Mengungkit kekurangan. Ceroboh adalah salah satu penyakit Anda selama ini. Bukannya membantu Anda menyembukannya, frenemy malah senang sekali mengungkit kecerobohan Anda di saat genting seperti reuni dengan teman lama.
  8. Melempar kesalahan. Semua masalah pasti ada solusinya. Inna ma’al usrii yusraa. Tetapi frenemy seakan membuatnya semakin runyam. Bahkan ia dapat menjadikan Anda kambing hitam atas kesalah yang ia buat.
  9. Membuyarkan impian. Setiap kali sharing tentang mimpi di masa depan, frenemy akan membuat Anda ragu terhadap mimpi tersebut. kata-katanya memang realistis, tetapi teman yang baik seharusnya menyemangati kita untuk mengejar mimpi.

Sembilan hal tersebut bukanlah sebuah hal pasti. Hanya saja, penulis ingin teman-teman berhati-hati dengan setiap orang, tak peduli sedekat apapun dia dengan Anda. Lalu bagaimana cara menghadapi frenemy?


  1. Menghadapi dengan sabar. Terdengar sangat klasik namun sangatlah ampuh. Keutamaan sabar dalam islam memang kunci dalam segala aspek kehidupan. Biarlah orang lain berbuat buruk dengan memfitnah Anda. Bukankah Allah itu Maha Adil? “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan...” (QS Al-Baqarah : 193).
  2. Mendo’akan orang yang berperilaku buruk tersebut. Allah Maha Mengetahui dan dapat membolak-balikkan hati manusia. Berdo’alah agar dia dapat dilembutkan oleh Allah dan dapat segera mengambil hidayah yang Allah berikan. Karena pada dasarnya hidayah itu selalu ada, tergantung kita mau mengambilnya atau tidak.
  3. Berbuat baik kepadanya. Ketika Anda selalu berbuat baik kepadanya, dia sendiri pun akan malu dengan sendirinya terhadap perlakuan Anda kepada dirinya.
  4. Jangan balas dendam. Biarkan skenario Allah berjalan dengan apa adanya. Sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, akhirnya akan tercium juga baunya. Suatu waktu nanti, dia akan ketahuan oleh semua orang tentang fitnah-fitnahnya. “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.” (QS Ad-Dhuha : 5).
  5. Menghadapi dengan kepala dingin. Tak perlu pedulikan perkataannya, cukup istiqamah terhadap tujuan yang ingin Anda capai. Hatinya sudah keras, jangan Anda hadapi dengan sikap keras. Benda keras pun jika dihadapkan dengan benda keras lainnya akan pecah.
  6. Serahkan semuanya kepada Allah. Apa yang Anda khawatirkan? Semua sudah dalam ketetapan-Nya.
  7. Instropeksi diri. Benar atau tidak apa yang dia katakan, jadikan hal tersebut sebagai alat untuk kita bercermin.
Wrote by Muhammad Andi Firmansyah
Postingan Lama Beranda

ABOUT AUTHOR

LATEST POSTS

  • Mengapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-Banyaknya?
  • Mengapa Kita Harus Hidup Sederhana?
  • Mana yang Lebih Efektif, Cuci Tangan atau Hand Sanitizer?
  • Kenapa Bahasa Inggris Dijadikan Sebagai Bahasa Internasional?
  • Marah Untuk Membela Diri, Menjatuhkan Untuk Lebih Tinggi

Categories

Advertisement

recent/hot-posts
Warung Motivasi
  • My Story
  • Gallery
  • Archive
  • Blog
  • About
  • Contact

Categories

Popular Posts

  • Mengapa Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-Banyaknya?
    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Indonesia pada September 2019 sebesar 9,22%  dari jumlah penduduk Indonesia ...
  • Usulan Sekolah 3 Hari Ala Kak Seto
    Kak Seto Mengusulkan "Kurikulum Millenial" Kepada Nadiem Makarim ( Sumber: Tribun Padang ) Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.S...
  • Marah Untuk Membela Diri, Menjatuhkan Untuk Lebih Tinggi
    Seorang guru membuat garis sepanjang 100 cm di papan tulis. Kemudian beliau berkata, “Coba kalian perpendek garis ini!” Ucapnya di d...
  • Mengapa Kita Harus Hidup Sederhana?
    Di era teknologi 4.0 ini, gaya hidup konsumtif bukanlah sesuatu yang asing lagi. Ditambah dengan mudahnya melakukan online shop membua...
  • Cara Mengatasi Bahaya dari Sifat Gengsi
    Kenapa seseorang membeli HP yang jauh lebih mahal dari kebutuhannya? Kenapa seseorang membeli mobil yang jauh lebih mahal daripada k...

Flickr Images

Travel

  • Home
  • window
  • _home 1
  • _home 2
  • about
  • fashion
  • style
  • contact

FOLLOW US @ INSTAGRAM

loading...

Copyright © 2015 Warung Motivasi. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates