Advertising

Kenapa Bahasa Inggris Dijadikan Sebagai Bahasa Internasional?

Bahasa Inggris, Bahasa, Studi, Sekolah, Pendidikan

Setelah bertahun-tahun kita bersekolah, pastinya kita sudah dikenalkan dengan mata pelajaran bahasa Inggris. Namun pernahkah Anda bertanya, 

"Kenapa harus belajar bahasa Inggris? Bukan bahasa China atau India? Bukankah kedua negara itu merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia?"

Singkatnya, karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional. Bahasa internasional sekurang-kurangnya mengacu pada empat konsep, yaitu:
  1. Bahasa resmi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Saat ini terdapat enam bahasa resmi PBB, yaitu Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, Mandarin, dan Arab.
  2. Bahasa perhubungan antar negara
  3. Bahasa Inggris sebagai bahasa dunia
  4. Bahasa Esperanto

Nah, konsep yang akan saya bahas kali ini mengacu pada konsep yang ketiga. Lantas timbul pertanyaan, 

"Kenapa bahasa Inggris menjadi bahasa dunia?"

Dikutip dari Portalsatu, sebuah penelitian terbaru membeberkan bahwa jumlah bahasa yang digunakan manusia untuk berkomunikasi saat ini mencapai 7.000 bahasa dan digunakan oleh hampir tujuh miliar orang di seluruh dunia.

Dari jumlah yang sekian banyaknya, kenapa bahasa Inggris yang dijadikan sebagai bahasa internasional atau bahasa dunia?

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Ada 400 juta penutur asli dan 2 milyar orang mempelajarinya sebagai bahasa kedua. Ini berarti ada sekitar 2,4 milyar orang di dunia yang menggunakan Bahasa Inggris.

Sebelum saya masuk ke pembahasan inti, alangkah baiknya kita mengetahui latar belakang kenapa harus ada bahasa internasional. Kesulitan untuk berkomunikasi antar manusia dengan bahasa yang berbeda menimbulkan kesepakatan diperlukannya 'Lingua Franca' alias bahasa bersama. Istilah tersebut lazim dikenal dengan bahasa internasional. 

Seperti bahasa Indonesia yang digunakan untuk berkomunikasi seluruh orang Indonesia yang memiliki beragam bahasa daerah, begitupun dengan dunia. Perlu satu bahasa bersama agar orang-orang dari berbagai bangsa bisa tetap 'nyambung' mengobrolnya. Bahasa internasional tercipta untuk menjembatani atau menghubungkan antar bangsa yang memiliki bahasa masing-masing.

Nah, lingua franca ini juga berbeda-beda setiap era dan wilayah. Misalnya dulu di abad ke-7, area Asia Tenggara memakai bahasa Arab sebagai lingua franca yang asalnya dari Timur Tengah. Namun saat ini, seluruh dunia sepakat untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai lingua franca dunia. Lantas kenapa bisa demikian? Berikut saya paparkan beberapa alasan mengapa bahasa Inggris menjadi bahasa internasional.

1. Bahasa Inggris Menjadi Salah Satu Bahasa Tertua di Dunia

Dikutip dari Kompas.comBahasa Inggris merupakan bahasa tertua di dunia dan muncul sekitar 8 masehi. Kemudian mengalami perkembangan yang pesat hingga menjadi bahasa internasional. 

Dikutip wonderpolis, para sejarawan melacak asal-usul bahasa Inggris sampai tiga suku Jerman, yakni Angles, Saxon, dan Rami yang menginvasi Britania Raya pada abad ke-5. Orang-orang yang tinggal di Inggris pada waktu itu berbicara bahasa Celtic. Para penjajah mendorong orang-orang tersebut ke utara dan barat yang sekarang bernama Wales, Skotlandia, dan Irlandia. 

Angles yang menyerang berasal dari "Englaland" dan bahasa yang dipergunakan disebut "Englisc". Dari situlah Inggris berasal. 

Bahasa Inggris kuno diucapkan hingga sekitar tahun 1100. Pada 1500 dan 1600, para pedagang membawa banyak orang baru dalam berkomunikasi. Mesin cetak juga membuat buku lebih umum dan banyak orang yang membaca. 

Banyak kata dan frasa dari negara-negara yang meresap ke dalam bahasa tersebut dan bahasa Inggris menuju bahasa Inggris modern. Pada 1800-an, Revolusi Industri dan teknologi baru memberi orang kebutuhan akan kata-kata baru.

2. Bahasa Inggris Memiliki Banyak Kosakata dan Mudah Dipelajari

Menurut tim riset gabungan peneliti Havard University dan Google mencatat penambahan kosa kata bahasa Inggris itu mencapai 8.500 kata pertahun. Kini jumlah total telah mencapai 1.022.000 kata. Itu merupakan jumlah kosakata yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara kita tercinta ini. Memang, perkembangan jumlah kosakata ini lah yang menjadi salah satu patokan layak atau tidaknya sebuah bahasa dianggap sebagai bahasa internasional.

3. Inggris Merupakan Negara Maju

Sekilas, seperti tidak ada kaitannya sama sekali antara negara maju dengan bahasa internasional. Namun, bahasa negara maju menjadi bahasa internasional merupakan efek domino dari derajat negara maju. Negara Inggris merupakan negara yang sangat maju. Hal itu terlihat dari inovasi dan penyebaran ilmu pengetahuan yang banyak dari negara barat. Ilmuwan-ilmuwan, essay-essay, invention, dan inovasi yang ada di negara barat sana perkembangannya sangat cepat. 

Dulu juga berlaku begitu ketika dunia keilmuan dikuasai Arab. Bahasa arab menjadi dominan di dunia. Dan bahasa latin yang sempat mendominasi, Yunani dan seterusnya. Penggunaan bahasa Inggris seolah-olah menjadi hal wajib jika ingin mengikuti perkembangan.

4. Inggris Memiliki Negara Jajahan Terbanyak

Jika kita melihat sejarah, Inggris merupakan salah satu negara penguasa dunia yang sempat mendaulatkan diri sebagai polisi dunia. Memang, saat itu Amerika Serikat "si adidaya" belum lahir. 

Sebuah studi terbaru menunjukkan 90 persen negara di dunia ternyata pernah dijajah Inggris. Dari sekitar 200 negara di dunia saat ini, hanya 22 negara yang sama sekali tak pernah dijajah Inggris, antara lain Guatemala, Tajikistan dan Kepulauan Marshall termasuk satu negara Eropa, Luksemburg. Sejarah penjajahan Inggris itu dimuat dalam sebuah buku berjudul All Countries We've Ever Invaded: And the Few Never Got Round To, karya Stuart Laycock.

Nah, di negara-negara koloni Inggris ini mau tidak mau harus menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Bahkan, banyak di antara negara-negara tersebut yang masih menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya seperti India dan Singapura. Oleh karena itu, bahasa Inggris berkembang sangat pesat dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.

5. Munculnya Amerika Serikat sebagai Negara Adidaya

Jika kita belajar sejarah, kita pasti tahu bahwasanya Amerika Serikat "Sang Superpower" dulunya merupakan jajahan Inggris. Faktanya, penduduk asli Amerika adalah suku Indian yang dari tahun ke tahun semakin terancam eksistensinya. 

Mayoritas orang Amerika sendiri, dulunya adalah orang Inggris yang melarikan diri dari negaranya. Pada mulanya, Inggris tidak berminat ke Amerika. Namun, minat Inggris ke Amerika, Asia, dan Afrika bangkit kembali pada tahun 1562. Ratu Elizabeth I memiliki banyak informasi mengenai keuntungan-keuntungan yang diraih Spanyol dan Portugis dari penjelajahan ke Amerika, Asia, dan Afrika.

Singkatnya, Inggris berhasil mendirikan 13 koloni di Amerika. Namun pada abad 18, Inggris dipaksa meninggalkan Amerika setelah 13 koloni tersebut mendeklarasikan kemerdekaan pada 1776. Bertahun-tahun orang Inggris terus berdatangan dan menetapkan otoritasnya di benua Amerika.

Karena itu juga, Amerika Serikat memakai bahasa Inggris sebagai bahasa resmi. Bersamaan dengan semakin kuatnya Amerika sebagai negara adidaya, bahasa Inggris semakin dipatenkan sebagai bahasa internasional. Mungkin karena ini juga orang-orang merasa aneh saat Donald Trump menolak imigran. Entah lupa diri atau apa, wong kebanyakan orang Amerika itu memang imigran!

6. Dampak Perang Dunia Pertama

Setelah Perang Dunia pertama, ilmuwan Belgia, Perancis dan Inggris memboikot ilmuwan Jerman dan Austria. Mereka tidak diperbolehkan menghadiri berbagai konferensi dan tidak dapat mempublikasikan karyanya dalam jurnal Eropa Barat. 

Akibatnya terdapat dua komunitas sains. Pertama dengan bahasa Jerman, sedangkan kedua komunitas di Eropa Barat berbahasa Inggris dan Perancis. Ketika Amerika Serikat berperang pada 1917, di Amerika Serikat terdapat gelombang anti Jerman. Padahal sebagian besar rakyat Amerika Serikat menguasai Jerman. Bahasa Jerman dianggap sebagai tindakan kriminal di 23 negara. 

Pada waktu itu masyarakat tidak boleh berbicara bahasa Jerman di depan umum, pada siaran radio atau mengajarkan kepada anak-anak. Akibatnya banyak ilmuwan yang kurang memahami bahasa-bahasa asing. Saat itu sains di Amerika Serikat sudah mulai mengambil alih dunia. Itulah kenapa sekarang kata-kata tertentu langsung dijadikan bahasa Inggris.

7. Adanya Ekspansi di Bidang Budaya Populer

Selain perekonomian, ada juga ekspansi di bidang budaya populer. Di kalangan generasi muda, faktor inilah yang menegaskan posisi bahasa Inggris sebagai bahasa dunia. Mulai dari film, musik, dan budaya populer lainnya masih berkiblat ke Amerika Serikat atau Inggris. 

Dalam hal film misalnya, sudah tak perlu diragukan lagi bahwa dominasi film Hollywood sudah dijadikan "kiblat" dari dunia perfilman. Kemudian dalam hal permusikan, musisi-musisi legendaris dunia banyak menciptakan karyanya dalam bahasa Inggris. Mungkin jika gelombang Kpop atau drama Korea semakin mendunia, bukan tidak mungkin Bahasa Korea juga menjadi bahasa internasional hehe..

Nah, berdasarkan popularitasnya saat ini, bahasa Inggris diperkirakan masih akan menjadi bahasa dunia hingga berpuluh-puluh tahun ke depan. Hal tersebut diperkuat dengan adanya prediksi bahwa India akan mengalahkan China sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di tahun 2022 nanti. Sebab selain bahasa Hindi, bahasa kedua di India adalah Bahasa Inggris.

Posting Komentar

0 Komentar