Advertising

Mana yang Lebih Efektif, Cuci Tangan atau Hand Sanitizer?

Mencuci Tangan, Sabun, Cuci, Kebersihan, Bersih, Keran

Semenjak Pandemi COVID-19 ditetapkan oleh WHO, budaya cuci tangan menjadi budaya yang wajib ada di seluruh negara yang terinfeksi. Hal tersebut karena cuci tangan merupakan salah satu cara termurah, termudah, dan paling penting untuk mencegah penyebaran virus. 

Seperti yang telah kita ketahui, virus yang menyerang sistem pernafasan ini menyebar ketika tetesan yang mengandung virus tersebut masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau tenggorokan. Yang paling sering, virus akan masuk ke tubuh melalui perantara tangan.

Menurut WHO, mencuci tangan dengan sabun dan air akan membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita. Nah, selain dengan mencuci tangan, WHO juga menyarankan untuk membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Lantas timbul pertanyaan, mana yang lebih efektif mencegah virus COVID-19 ini? Mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer?

Dikutip dari tirto.id, Sanitizer pada dasarnya adalah isopropil alkohol, plus gel, ditambah minyak esensial. Pada awalnya, rumah sakit dan pusat layanan kesehatan lainnya menggunakan solusi ini untuk dokter yang tidak sempat pergi ke kamar kecil untuk mendisinfeksi diri sebelum bertemu pasien. 

Cara sanitizer bekerja terutama melalui kekuatan alkohol. Alkohol dapat "membunuh" banyak jenis bakteri dan virus dengan menghancurkan lapisan terluar mereka, membuat mereka tidak dapat mengambil alih inang. Ini tidak efektif dengan virus dengan kulit luar yang keras, seperti norovirus. Namun, dalam keadaan darurat, sanitizer akan melindungi kita dari virus tak kasat mata yang mungkin ada di transportasi massal atau toilet umum.

Nah, sabun bekerja agak berbeda dengan sanitizer. Alih-alih membunuh virus dan bakteri, tujuannya adalah untuk mengangkat kotoran, minyak, dan agen berbahaya lainnya yang ada di tangan kita. Sanitizer tidak menghilangkan apa-apa, karena hanya mensterilkan bakteri dan virus serta dapat meninggalkan pestisida atau spora di tangan kita.

Membasuh virus COVID-19 mungkin tidak terdengar seampuh menghentikannya, namun terbukti lebih efektif, terutama untuk patogen yang terbungkus lendir.

Centers of Disease Control and Prevention (CDCD) mengatakan bahwa secara tidak langsung mencuci tangan akan mengurangi dan membunuh jumlah kuman di tangan. Sabun dan air lebih efektif daripada penggunaan hand sanitizer, terutama ketika tangan terlihat berminyak atau kotor.

"Tidak ada alasan apapun yang membuat alkohol lebih baik daripada mencuci tangan secara efektif," kata Preeti Malani, seorang profesor medis yang berfokus pada penyakit menular di University of Michigan,

Cara Tepat Mencuci Tangan

Cara yang tepat mencuci tangan menurut PDEI adalah sebagai berikut:
  1. Membasahi kedua tangan dengan air bersih yang mengalir, lalu matikan dan tuangkan sabun secukupnya.
  2. Menggosok kedua tangan, pastikan sela-sela jari, kedua punggung tangan dan bawah kuku dibersihkan.
  3. Mengaitkan seluruh jari dan telapak tangan untuk saling menyentuh, kemudian menggosok bagian dalam dan bergantian dua sisi tangan.
  4. Tukar posisi dengan mengaitkan jari-jari tangan kiri di atas punggung tangan kanan dan menggosok bagian punggung tangan bergantian.
  5. Menggosok jempol kiri menggunakan tangan kanan dengan gerakan memutar, begitu juga sebaliknya.
  6. Proses tersebut selama kurang lebih 20 detik selama menggosok tangan.
  7. Membilas tangan hingga bersih dengan air yang mengalir.
  8. Mengeringkan kedua tangan dengan handuk bersih atau di angin-anginkan.
  9. Jika memungkinkan, matikan keran menggunakan siku untuk menghalangi tangan yang bersih saat mematikan keran.


Penggunaan Hand Sanitizer

Cara tepat menggunakn sanitizer ialah dengan mengeluarkan produk sekitar tiga milimeter (seukuran payet) ke telapak tangan. Kemudian, gosokkan sekurang-kurangnya 10-15 detik sampai tangan menjadi kering. Kita dapat melakukan hal tersebut kapanpun ketika kita merasa perlu.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan. Dikutip dari merdeka.com, penggunaan sanitizer terlalu sering akan menyebabkan tangan menjadi kering dan pecah-pecah bahkan hingga berdarah, apalagi jika kondisi kulit yang sensitif. Tetapi ada juga sanitizer yang membantu menenangkan kulit, yaitu sanitizer yang mengandung emolien

Posting Komentar

0 Komentar