Advertising

Mengapa Kita Harus Hidup Sederhana?

Koin, Kalkulator, Anggaran, Anggaran Rumah Tangga, Uang

Di era teknologi 4.0 ini, gaya hidup konsumtif bukanlah sesuatu yang asing lagi. Ditambah dengan mudahnya melakukan online shop membuat masyarakat semakin dimanja untuk hidup konsumtif. Hal tersebut membuat pola hidup sederhana menjadi sesuatu yang langka dan sulit untuk dilakukan setiap orang. Pasalnya, kehidupan seperti sekarang membuat banyak orang mudah diperbudak oleh keinginannya sendiri. Jika Anda adalah salah satu orang yang menderita karena hal tersebut, mungkin artikel ini dapat mengubah pandanganmu mengenai pentingnya hidup sederhana.

Makna dan Arti Hidup Sederhana

Masyarakat awam selalu mengidentikkan kata “sederhana” dengan kemiskinan. Padahal ada makna dari pola hidup sederhana yang jarang diketahui banyak orang. Hidup sederhana adalah pola hidup dengan tidak berlebih-lebihan dan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuannya masing-masing, tidak melulu harus mengandung unsur kemewahan dalam segala hal. Pada akhirnya kesederhanaan itu bernilai pada unsur kebutuhan dan juga kemampuan materi seseorang.

Memiliki gaya hidup sederhana tentunya dapat membantu kita dalam menata kehidupan. Kesederhanaan tidak hanya berkaitan dengan perilaku, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana cara kita berpikir menjalani kehidupan ini. Banyak orang terkenal dan sukses tidak membuang waktu mereka untuk memilih pakaian, mereka lebih suka menghabiskannya untuk bisnis dan komunikasi dengan keluarga. Jika Anda memerhatikan, mereka seringkali hanya memakai kaos yang sama dalam acara yang mereka hadiri.

Pola hidup sederhana bukan berarti menghemat uang dan membeli barang-barang yang murah. Kesedehanaan adalah tentang konsumsi yang rasional dan masuk akal, membebaskan ruang dari hal-hal yang tidak perlu dan berlebihan.

Saya teringat dengan apa yang dikatakan oleh pelawak kondang, Cak Lontong. Beliau mengatakan dengan gamblang bahwa miskin dan sederhana adalah dua hal yang berbeda dan saling bertolak belakang. Miskin itu kondisi hidup, sedangkan sederhana adalah cara hidup. Miskin dapat diubah tergantung masing-masing individu, mau berubah atau tidak. Sedangkan hidup sederhana berjalan sejajar dengan orang bijaksana. Dari tuturan tersebut, kita dapat mengambil benang merahnya bahwa miskin bukanlah bagian dari sederhana. Namun, sederhana lahir ketika kita dapat menerapkan pola hidup yang bijaksana dan tidak berlebih-lebihan.

Ciri-Ciri Pola Hidup Sederhana

  • Mampu Membedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Mereka yang menerapkan pola hidup sederhana akan mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan sehingga mereka tidak termakan oleh nafsu mereka sendiri. Lalu bagaimana cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan? Dalam ilmu ekonomi, kebutuhan adalah sesuatu yang kita perlukan guna mencapai kemakmuran dan apabila tidak dipenuhi, maka akan mengganggu kelangsungan hidup kita. Misalnya, makan merupakan merupakan salah satu kebutuhan kita sebagai makhluk hidup dan apabila tidak makan, maka kelangsungan hidup kita akan terganggu bahkan bisa menghilangkan nyawa. Sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang diperlukan dan diinginkan oleh seseorang, namun apabila tidak dipenuhi tidak akan mempengaruhi kelangsungan hidupnya. Misalnya, saya ingin membeli game console karena itu seru dan menyenangkan. Tapi jika saya tidak membeli game console, apakah hidup saya akan sengsara dan bahkan bisa menghilangkan nyawa saya? Tentu saja tidak.

Lalu, berarti kita tidak boleh memenuhi keinginan jika ingin hidup sederhana? Tidak juga. Menerapkan hidup sederhana bukan berarti kita harus hidup dalam kemiskinan dan sengsara. Pola hidup sederhana memiliki indikasi atau parameter yaitu setelah memenuhi kebutuhan primer, kemudian memenuhi kebutuhan sekunder dan terakhir kebutuhan tersier.

  • Hobi Berbagi

Seseorang yang menerapkan hidup sederhana akan mampu menolong orang lain selain dirinya sendiri. Kita sudah sangat paham bahwa manusia merupakan makhluk sosial, yaitu tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, tak peduli sekaya apapun dia. Di sinilah Islam mengajarkan umatnya untuk saling berbagi dan tolong menolong di jalan kebaikan. Bagi mereka yang menerapkan hidup sederhana, berzakat dan bersedekah sudah menjadi kebiasaan karena mereka sadar terhadap semua yang dimilikinya ada hak dan rezeki orang lain untuk menikmatinya.

  • Rajin Menabung dan Tidak Mudah Berhutang

Menerapkan pola hidup sederhana akan memungkinkan mereka menyisihkan uang untuk ditabung karena mereka membelanjakan uang yang mereka miliki secukupnya, sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Hal tersebut juga membuat mereka tidak mudah untuk berhutang kepada orang lain. Mereka menabung untuk menyiapkan diri terhadap kondisi-kondisi krisis keuangan yang bisa saja menerpa mereka. Mereka sadar betul bahwa hidup tidak selalu berada di atas, ada kalanya kita mengalami bencana dan kita harus siap menghadapinya dari sejak jauh hari. Dengan demikian, orang yang hidup sederhana akan selalu siap menghadapi segala macam situasi dan kondisi dalam mengarungi samudera kehidupan mereka.

  • Giat Bekerja dan Mau Belajar

Hidup sederhana bukan berarti mengajarkan kita untuk malas bekerja. Justru sebaliknya, kesederhanaan akan membuat kita rendah diri dan sadar bahwa masih banyak hal yang belum kita pelajari di dunia ini. Hal ini mendorong kita untuk terus belajar dan selalu merunduk layaknya padi akan ilmu yang didapat. Hidup sederhana juga mengajarkan kita bahwa kebutuhan itu berkelanjutan, tidak pernah habis selama kita masih bernafas.

  • Berpikir Jernih dan Menghadapi Segala Sesuatu dengan Senyuman

Seseorang yang hidup sederhana tentunya memiliki pola pikir sederhana pula. Ia akan mampu berpikir jernih dalam kondisi apapun. Ia menghadapi ujian dari Allah dengan senyuman yang mengartikan bahwa Allah sangat mencintainya sehingga ia diuji dengan berbagai permasalahan hidup. Tentunya segala yang diujikan kepada kita oleh Sang Pencipta merupakan proses mendewasakan manusia menjadi pribadi yang lebih baik.

Hidup Sederhana dalam Pandangan Islam

Abu Umamah Iyash bin Tsa'labah al-Anshariy al-Haritsy RA berkata, "Pada suatu hari Rasulullah SAW membicarakan masalah dunia. Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, 'Apakah kalian tidak mendengar? Apakah kalian tidak mendengar? Sesungguhnya kesederhanaan itu bagian dari iman, sesungguhnya kesederhanaan itu sebagian dari iman'." (HR Abu Daud).

Secara warasnya, hidup harus dijalani dengan penuh kesederhanaan, senantiasa selalu bersyukur, dan tidak berlebih-lebihan. Bila sedang berkuasa dan memiliki banyak harta, sadarilah bahwa semua itu adalah amanah-Nya. Tidak semua yang kita miliki merupakan hak dan rezeki kita. Ada rezeki orang lain yang seharusnya kita sedekahkan dan berzakat. Kita tidak perlu memenuhi semua keinginan, karena pada dasarnya tidak ada yang sempurna kecuali pemiliknya, Sang Maha Sempurna.

Mereka yang hatinya dipenuhi keimanan akan senantiasa menjalani kesehariannya dengan apa adanya, termasuk dalam menghadapi segala persoalan hidup. Kita dituntut untuk menyikapi segala persoalan dengan kepala dingin, tidak overacting, apalagi didramatisasi dan terkesan “lebay”.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan" (QS al-A'raaf : 31).

Rasulullah SAW bersabda, "Perhatikanlah orang yang berada di bawahmu dan jangan kamu memperhatikan orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih pantas agar kamu semua tidak menganggap sepele nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu." (HR Bukhari dan Muslim).

Pada hadits lainnya, Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga hal yang mengikuti kepergian jenazah, yaitu keluarga, harta, dan amalnya. Dua di antaranya akan kembali, hanya satu yang tetap menyertainya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan yang tetap adalah amalnya." (HR Bukhari dan Muslim). Wallahu 'alam.

Mengapa Hidup Sederhana?

Hal pertama dan pasti dari manfaat menjadi orang yang hidup sederhana ialah menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Bersyukur dengan apa yang telah dimiliki merupakan salah satu kunci bahagia dalam kehidupan ini. Dengan bersyukur, maka seseorang akan lebih mengutamakan Tuhan di atas semua kepentingannya sendiri. Itu sebabnya bersyukur menjadi cara hidup sederhana dan bahagia yang paling utama.
Hal ini dapat diartikan bahwa orang yang hidup sederhana akan mampu menerima apa yang terjadi dalam hidupnya, menjalankannya, menyelesaikannya, dan tidak banyak mengeluh. Mereka tidak akan meniru gaya hidup orang lain, karena mereka bahagia menjadi diri mereka sendiri. Orang yang apa adanya akan selalu merenungkan setiap kegagalan yang dialami, kemudian membuat perubahan yang terencana guna bagi dirinya sendiri dan orang lain.

  • Mampu Mengendalikan Diri dan Tidak Bersikap Berlebihan

Seseorang yang menerapkan pola hidup sederhana akan tahu betul sampai mana batasan mereka dalam melakukan sesuatu. Mereka lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Oleh sebab itu, mereka tidak akan cepat kehabisan uang dan mampu menahan diri untuk tidak membeli barang yang bukan prioritasnya. Namun demikian, bukan berarti bahwa orang yang hidup sederhana itu pelit alias tidak melihat kualitas. Mereka yang hidup sederhana justru sebaliknya, mereka akan cenderung membeli barang satu berkualitas daripada harus membeli dengan kuantitas banyak namun berkualitas rendah.

Namun, mereka juga memiliki rencana keuangan yang matang. Jadi uang yang mereka miliki tidak hanya dibelanjakan barang bermerk saja, namun jika sudah ada uang lebih dan tujuannya untuk dibelikan barang tersebut tentu saja tidak apa-apa karena mereka tetap mengedepankan kebutuhan sehari-sehari dibandingkan dengan membeli barang yang tidak terlalu penting dan dibutuhkan.

  • Berpenampilan Sesuai dengan Isi “Kantong”

Ada sebagian orang yang memaksakan diri untuk berhutang demi berpenampilan mewah. Mereka tidak sadar bahwa kemiskininan sudah menanti mereka di masa mendatang. Tetapi mereka yang menerapkan pola hidup sederhana tidak akan membuatnya terdorong untuk berpenampilan mewah. Tampil dengan seadanya dan rapi merupakan suatu kecukupan bagi mereka.

  • Bersikap Rendah Hati dan Jiwa Sosial yang Tinggi

Dengan hidup sederhana, mereka akan mampu menyisihkan uangnya untuk ditabung. Mereka juga tidak akan segan untuk membantu orang lain yang membutuhkan dengan menggunakan uang tabungannya. 

  • Hidup Menjadi Tidak Diperbudak Keinginan

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, menerapkan pola hidup sederhana akan membuat kita mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Dengan tidak diperbudak oleh keinginan, hidup kita akan menjadi tenang karena beban kita sangatlah ringan. Jika kita menyadarinya, apa yang membuat kehidupan ini begitu susah untuk dijalani? Karena sebagian orang masih diperbudak oleh keinginan dan rasa gengsinya sehingga hidup mewah merupakan suatu keharusan.

  • Memberikan Kenyamanan dan Meminimalisir Beban Pikiran

Kita tentunya ingin membebaskan pikiran kita dari hal yang tidak perlu dan berhenti berbicara dengan orang-orang "berlebihan" yang hanya menyedot energi kita. Mengurangi hal-hal ini menghasilkan lebih banyak waktu, ruang, uang, dan kesenangan dalam hidup. Ini membawa keteraturan dan keringkasan ke dalam hidup kita tanpa membuat hal-hal terlalu rumit. Hidup sederhana juga menghabiskan lebih sedikit uang bukan karena kita pelit, tetapi karena kita harus bertanya pada diri sendiri sebelum membeli dan membuat keputusan secara rasional.

Mereka yang hidup glamor dan berfoya-foya pastinya sering merasa tidak tenang dalam hidupnya, apalagi jika barang yang diinginkannya belum dimiliki. Karena pikiran yang lebih tenang, orang yang hidup sederhana tidak ada masalah rumit pada pikirannya. Maka orang yang hidup sederhana biasanya juga memiliki perangai yang sangat baik di kehidupan masyarakat. Selain itu mereka juga biasanya mampu memberikan solusi kepada mereka yang sedang dilanda kebingungan terutama dalam masalah keuangan. Apalagi saat ini sangat banyak produk yang beredar sehingga terkadang keinginan lebih susah dikendalikan.

Demikian artikel saya kali ini. Saya akan menutup artikel ini dengan mengutip ucapan dari Napoleon Bonaparte. Dia mengatakan, "Kesederhanaan adalah dasar segala moral dan kebajikan utama manusia. Tanpa kesederhanaan, manusia tidak ada bedanya dengan binatang."

Posting Komentar

0 Komentar