Advertising

Marah Untuk Membela Diri, Menjatuhkan Untuk Lebih Tinggi

Source : Pixabay

Seorang guru membuat garis sepanjang 100 cm di papan tulis. Kemudian beliau berkata,

“Coba kalian perpendek garis ini!” Ucapnya di depan kelas kepada para siswa.

Rahmat maju ke depan, kemudian ia menghapus garis itu sehingga tersisa garis dengan panjang 70 cm. Rio maju ke depan dan melakukan hal yang sama yaitu menghapus garis tersebut sampai panjangnya tersisa 40 cm. Rendi maju ke depan dan melakukan hal yang sama sampai menyisakan garis sepanjang 20 cm.

Terakhir, Bryan maju ke depan dengan membawa sepotong kapur. Ia sama sekali tidak menghapus garis yang sudah dibuat oleh gurunya, melainkan ia membuat garis baru sepanjang 120 cm di bawah garis tersebut. Dia lantas berkata, “Saya sudah membuat garis yang bapak buat menjadi lebih pendek.”

Apa pesan yang dapat kita ambil dari ilustrasi tersebut? Bryan dapat membuat garis yang dibuat oleh gurunya menjadi lebih pendek tanpa perlu menghapusnya. Ia hanya membuat garis baru yang lebih panjang dari garis sebelumnya, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya. Sudah dapat menemukan pesan dari ilustrasi tersebut? Ya, untuk menjadi yang terbaik, tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan, menjelekkan, atau merendahkan pihak lain. Cukup lakukan kebaikan secara konsisten, maka Anda akan mampu menjadi yang terbaik.

Jika ingin mendapatkan nilai besar saat ujian, belajarlah dengan giat, bukan dengan menjatuhkan orang lain di mata guru atau menyontek. Jika ingin sukses dalam karir, tingkatkan kualitas diri Anda, bukan dengan menjatuhkan teman sekantor di mata bos. Jika ingin mendapat perhatian, berprestasilah dalam hal kebaikan, bukan dengan memfitnah orang lain di mata masyarakat. Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita karena permata akan tetap bersinar meskipun terpendam dalam lumpur yang gelap pekat.

Melina Hijab

Nyatanya, menjatuhkan atau merendahkan orang lain untuk dapat lebih tinggi dari mereka bukanlah hal yang ampuh. Logikanya, Allah sudah menakdirkan nasib setiap hamba-Nya. Ketika ada seseorang yang berusaha menjatuhkan Anda agar dirinya dapat lebih tinggi dari Anda, tenanglah! Allah adalah sebaik-baiknya pelindung bagi kita. Seberapa keras pun dia menjatuhkan Anda, jika takdirnya berada di tingkatan “lebih rendah” dari Anda, maka dia tak akan pernah bisa “lebih tinggi” dari Anda. Kalaupun ada yang berhasil menjadi lebih tinggi dengan menjatuhkan orang lain, memang takdirnya seperti itu. Mau dengan cara baik atau buruk, memang sudah waktunya dia berada di posisi yang “lebih tinggi”. Kalau bisa dengan cara baik, kenapa pilih cara yang buruk? Toh apapun yang terjadi sudah skenario terbaik dari Allah.

Kita memang tidak dapat mengubah takdir yang sudah terjadi karena waktu memang diciptakan untuk maju, bukan untuk mundur. Yang dimaksud mengubah takdir adalah mengubah takdir di masa mendatang atau dikenal dengan takdir muallaq. Bagaimana caranya? Yang paling utama adalah berdo’a dan berikhtiar. Lho, bukannya menjatuhkan orang lain itu salah satu bentuk ikhtiar? Anda sangatlah keliru jika berkata seperti itu. Anak SD pun tahu yang dimaksud ikhtiar di sini adalah ikhtiar yang condong kepada kebaikan atau hal positif.

Manusia diciptakan Allah untuk senantiasa beribadah kepada-Nya. Menjatuhkan, merendahkan, menjelekkan, menginjak, memfitnah, menghasut atau menyingkirkan manusia adalah tugas makhluk Allah yang lain dimana makhluk tersebut Allah ciptakan dari api. Ya, bukankah tugas tersebut sudah ditetapkan Allah untuk iblis dan keturunannya? Jika ada manusia yang melaksanakan tugas-tugas tersebut, apakah dia termasuk keturunan dari mereka? Atau memiliki ikatan saudara dengan mereka? Manusia memang tempatnya salah. Yang tidak wajar itu, sudah salah tidak mau berubah menjadi lebih baik.

Dalam buku The Essentials of Being Fabulous, Ellen Lubin-Sherman mengupas beberapa tanda kalau seseorang berpotensi menjadi frenemy. Apa itu frenemy? Sederhananya, dalam lisan berkata friend tapi sikapnya seperti enemy. Berikut ciri-ciri frenemy menurut Ellen Lubin-Sherman :

  1. Good news is a bad news. Saat sesuatu yang baik menghampiri Anda, frenemy memandang hal tersebut sebagai ancaman bagi dirinya. Misalnya ketika Anda mendapat pujian dari guru, raut muka atau gestur tubuhnya terlihat tidak nyaman walau dibalut dengan senyuman. Bahkan berusaha mengganti topik pembicaraan ketika ada yang berbagi cerita bagus kepadanya.
  2. Motivasi adalah sebuah dorongan pada hal yang tidak baik. Dia berusaha mendorong Anda untuk melakukan hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan. Misalnya ketika Anda diajak untuk menyontek saat ujian dengan memotivasi Anda agar mendapatkan nilai yang tinggi.
  3. Berkelit dari gosip. Ada teman Anda yang mengatakan kalau dia membicarakan keburukan Anda di belakang. Saat Anda ingin mengonfirmasi hal tersebut kepadanya, dia akan berkelit dan mengelak kalau seseorang telah salah mengartikan perkataannya.
  4. Kurang peka. Anda sedang sedih karena ditegur oleh guru. Bukannya menyemangati Anda untuk menjadi lebih baik, dia malah membicarakan teman-temannya yang mendapat nilai nol karena kasus yang sama.
  5. Memuji untuk menjatuhkan. Anda datang ke sekolah dengan seragam baru, frenemy akan berkata, ”Kamu lebih rapi ketika pakai seragam yang dulu deh,”. Jadi, maksudnya sekarang Anda jelek, gitu? Yang pasti, ia senang melihat Anda tidak percaya diri.
  6. Tak ingin Anda lebih dipuji darinya. Jika di sekolah, ia senang sekali mengajak Anda untuk lebih santai menghadapi ujian, “Jangan rajin-rajin amat. Aku juga belum belajar.”. Padahal dia sudah belajar semalaman secara diam-diam.
  7. Mengungkit kekurangan. Ceroboh adalah salah satu penyakit Anda selama ini. Bukannya membantu Anda menyembukannya, frenemy malah senang sekali mengungkit kecerobohan Anda di saat genting seperti reuni dengan teman lama.
  8. Melempar kesalahan. Semua masalah pasti ada solusinya. Inna ma’al usrii yusraa. Tetapi frenemy seakan membuatnya semakin runyam. Bahkan ia dapat menjadikan Anda kambing hitam atas kesalah yang ia buat.
  9. Membuyarkan impian. Setiap kali sharing tentang mimpi di masa depan, frenemy akan membuat Anda ragu terhadap mimpi tersebut. kata-katanya memang realistis, tetapi teman yang baik seharusnya menyemangati kita untuk mengejar mimpi.

Sembilan hal tersebut bukanlah sebuah hal pasti. Hanya saja, penulis ingin teman-teman berhati-hati dengan setiap orang, tak peduli sedekat apapun dia dengan Anda. Lalu bagaimana cara menghadapi frenemy?


  1. Menghadapi dengan sabar. Terdengar sangat klasik namun sangatlah ampuh. Keutamaan sabar dalam islam memang kunci dalam segala aspek kehidupan. Biarlah orang lain berbuat buruk dengan memfitnah Anda. Bukankah Allah itu Maha Adil? “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan...” (QS Al-Baqarah : 193).
  2. Mendo’akan orang yang berperilaku buruk tersebut. Allah Maha Mengetahui dan dapat membolak-balikkan hati manusia. Berdo’alah agar dia dapat dilembutkan oleh Allah dan dapat segera mengambil hidayah yang Allah berikan. Karena pada dasarnya hidayah itu selalu ada, tergantung kita mau mengambilnya atau tidak.
  3. Berbuat baik kepadanya. Ketika Anda selalu berbuat baik kepadanya, dia sendiri pun akan malu dengan sendirinya terhadap perlakuan Anda kepada dirinya.
  4. Jangan balas dendam. Biarkan skenario Allah berjalan dengan apa adanya. Sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, akhirnya akan tercium juga baunya. Suatu waktu nanti, dia akan ketahuan oleh semua orang tentang fitnah-fitnahnya. “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.” (QS Ad-Dhuha : 5).
  5. Menghadapi dengan kepala dingin. Tak perlu pedulikan perkataannya, cukup istiqamah terhadap tujuan yang ingin Anda capai. Hatinya sudah keras, jangan Anda hadapi dengan sikap keras. Benda keras pun jika dihadapkan dengan benda keras lainnya akan pecah.
  6. Serahkan semuanya kepada Allah. Apa yang Anda khawatirkan? Semua sudah dalam ketetapan-Nya.
  7. Instropeksi diri. Benar atau tidak apa yang dia katakan, jadikan hal tersebut sebagai alat untuk kita bercermin.

Posting Komentar

0 Komentar