Advertising

"Andai Saja Aku Masih Mempunyai Kesempatan Kedua"

Setiap hari adalah kesempatan kedua

“Everyday is a second chance”. Begitulah ungkapan kalimat yang kebetulan saya baca di sebuah artikel. Kalimat sederhana yang membuat saya merenungkan makna dari kalimat itu. Karena kalimat itu pula saya terinspirasi untuk menulis artikel kali ini. Sebelum pembahasan kita lebih jauh lagi, kita maknai dulu apa itu kesempatan kedua. Menurut saya, kesempatan kedua adalah suatu peluang atau jalan keluar yang terbuka kembali ketika kita mengalami suatu kegagalan, keterpurukan, kelalaian, dan kekalahan.

Ada pepatah mengatakan, kesempatan tidak datang dua kali. Sehingga apa yang disebut dengan kesempatan kedua biasanya dianggap sebagai sebuah pengandaian yang mengandung janji. Seandainya aku memiliki kesempatan kedua, aku akan melakukan ini. Jika aku diberi kesempatan kedua, aku akan berbuat lebih baik lagi.

Tapi, apakah yang disebut “kesempatan kedua” itu benar-benar ada? Lalu dimana kesempatan kedua itu berada? Mengapa kesempatan kedua tidak datang kepada setiap orang? Apa syarat seseorang bisa mendapatkan kesempatan kedua? Apakah kesempatan kedua datang kepada orang-orang dengan acak? Mengapa seseorang layak dihampiri oleh “malaikat” kesempatan kedua, dan yang lain tidak?

“Setiap hari adalah kesempatan kedua”. Tapi, memang benar ya kalau setiap hari itu adalah kesempatan kedua? Berarti kita tidak memiliki kesempatan lagi jika mengalami kegagalan? Bukan, bukan seperti itu. Maksudnya, kita harus memaknai setiap hal yang kita usahakan adalah kesempatan kedua untuk kita. Lakukan segala hal seakan-akan kita hanya memiliki satu kesempatan. Dengan demikian, kita akan bekerja keras dalam mencapai hal tersebut sehingga kemungkinan untuk gagal akan semakin kecil. Yakini bahwa segala hal yang kita lakukan takkan ada kesempatan lagi untuk mengulanginya.

Jadi kesimpulannya setiap orang hanya boleh memiliki satu kesempatan? Tidak juga. Setiap orang berhak memperoleh kesempatan kedua. Apapun itu peristiwanya, kegagalannya, ataupun kejadiannya. Siapapun orangnya baik itu pejabat, ulama, tokoh masyarakat, perampok, pembunuh, koruptor, pelacur, saya, Anda, dan mereka, semuanya berhak memiliki kesempatan kedua.

Tapi masalahnya, ada orang-orang yang begitu banyak mendapatkan kesempatan, sedangkan yang lainnya tak memperoleh kesempatan sedikitpun. Jadi apa syarat seseorang layak mendapatkan kesempatan kedua? Nah, ini inti pembicaraan yang ingin saya sampaikan. Ketika kita sedang berusaha keras untuk mencapai sesuatu, bekerja keraslah seakan-akan itu adalah kesempatan terakhir kita. Kenapa? Karena itu akan mendorong diri kita untuk berusaha semaksimal mungkin dan berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan.

Bayangkan Anda sedang mengikuti sebuah Olimpiade Matematika. Ketika sedang mengisi soal, Anda berpikir, “jika saya gagal dalam olimpiade ini, tahun depan saya masih bisa mengikutinya lagi”. Saya pastikan usaha Anda tidak akan maksimal dalam mengikuti olimpiade tersebut jika memiliki pemikiran seperti itu. Dengan demikian, kemungkinan untuk gagal akan semakin besar. Lalu bagaimana jika tahun depan Anda tidak dapat mengikuti olimpiade itu lagi karena digantikan teman Anda? Kecewa, bukan? Anda pasti menyesal dan berkata, harusnya saya serius mengikuti olimpiade tersebut kala itu.

Sekarang kita ubah situasinya. Anda mengikuti Olimpiade Matematika dan yakin bahwa itu adalah kesempatan terakhir Anda mengikuti olimpiade tersebut. Saya yakin Anda akan berusaha semaksimal mungkin dalam mengikuti olimpiade tersebut. Seringkali mindset kita sangat berpengaruh terhadap apa yang kita lakukan terhadap sesuatu. Jika Anda memiliki mindset bahwa Anda akan gagal, maka hasilnya tidak akan jauh dari mindset Anda sendiri.

Nah, bagaimana jika kita sudah terlanjur kehilangan banyak kesempatan karena kita sering gagal? Kita memiliki 1.000 alasan dalam mengalami kegagalan, tapi kita tidak memiliki satupun alasan untuk menyerah dengan kegagalan. Kesempatan itu selalu ada, tak perlu kita menunggu dalam waktu yang lama. Bahkan ketika kita gagal pun, kesempatan baru langsung sudah menanti kita. Hanya seringkali kita tidak mengambilnya atau tidak sadar akan kesempatan itu karena terlalu mendalami kegagalan yang dialami.

Orang awam mengatakan bahwa tiada kesuksesan tanpa kegagalan. Adakalanya kesuksesan datang tanpa kegagalan dan membuat kita merasa baik-baik saja. Namun, kegagalan dapat membuat kita memahami makna dari kesempatan dan belajar tentang kesalahan. Kegagalan memberikan rasa sakit sekaligus pelajaran berharga tentang pentingnya sebuah kesempatan dan memperbaiki diri.

Ada satu pertanyaan menarik dari teman saya ketika saya sedang mengobrol dengannya. Singkatnya, ia bertanya, “Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan kesempatan kedua? Apa ada syarat khusus untuk bisa mendapatkan kesempatan kedua dari Allah?”. Jujur, bingung juga saya menjawabnya karena saya tidak ahli dalam hal agama. Tapi karena kami sedang berdiskusi atau bertukar pendapat, saya pun menjawab dengan sebuah logika.

Bayangkan Anda adalah seorang guru. Anda mengatakan kepada murid-murid di kelas bahwa minggu depan ada ulangan matematika. Bagi siapapun yang nilainya kurang dari 65, maka dinyatakan tidak lulus. Sehari sejak itu, salah satu murid Anda selalu terlihat serius belajar matematika. Bahkan di luar kelas pun, Anda selalu melihatnya sedang membaca buku matematika. Namun, salah satu murid Anda yang lain jarang belajar, bahkan sering terlihat membuat kekacauan di kelas. Singkatnya, waktu untuk ujian matematika tiba. Seandainya kedua murid yang saya ceritakan tadi mengalami kegagalan dalam ujian dan nilainya kurang dari 65, siapa di antara mereka berdua yang layak mendapatkan kesempatan kedua untuk mengulangi ujiannya? Dilihat dari tingkat keseriusannya, tentu murid pertama yang saya ceritakan lebih pantas mendapatkan lebih banyak kesempatan, bukan?

Begitupun dalam kehidupan. Saya yakin, Allah akan senantiasa memberikan banyak kesempatan kepada seseorang yang berusaha keras dalam mencapai sesuatu meskipun dia gagal. Jadi itu poin yang ingin saya angkat. Ketika kita sedang berusaha keras mencapai sesuatu, yakinlah bahwa yang kita lakukan adalah kesempatan terakhir untuk kita. Yakinilah bahwa kita hanya akan memiliki satu kesempatan, tidak ada kesempatan kedua. Namun ketika kita sudah terlanjur gagal, yakinlah bahwa Allah memberikan banyak kesempatan kepada kita atas proses kegagalan yang kita alami. Selalu ada kemudahan setelah mengalami kesulitan. Seribu alasan dapat membuat kita gagal, tapi satu alasan pun tidak dapat membuat kita menyerah.

Demikianlah artikel kali ini. Semoga dapat dipahami dan bermanfaat bagi teman-teman. Jika teman-teman menyukai artikel ini, sharekan kepada yang lainnya dengan tombol navigasi share di bagian bawah artikel ini. Terima kasih!

Posting Komentar

0 Komentar