Advertising

Cara Mengatasi Bahaya dari Sifat Gengsi

Penyakit Sifat Gengsi Dalam Islam Dan Cara Mengatasinya


Kenapa seseorang membeli HP yang jauh lebih mahal dari kebutuhannya? Kenapa seseorang membeli mobil yang jauh lebih mahal daripada kebutuhannya? Kenapa seseorang sering tidak mau mengalah ketika berdebat dengan orang lain? Kenapa orang banyak berhutang demi gaya hidup mewah? Kenapa seseorang mudah tersinggung hanya karena masalah kecil? Semua pertanyaan itu dapat dijawab hanya dengan satu kata, yaitu gengsi. Satu kata yang cukup membuat harga diri kita terusik.

Memang apa sih gengsi itu? Menurut KBBI, gengsi adalah kehormatan, pengaruh, harga diri, dan juga martabat seseorang. Menurut saya, gengsi itu adalah sebuah penyakit hati yang bisa membuat dada sesak, membuat hati merasa tertekan, dan merasa dunia ini sangat sempit. Bagaimana tidak, dunia yang begitu luas ini dirasakan begitu menghimpit karena merasa kita yang paling rendah. Tapi sebenarnya, pengertian gengsi ini memiliki multitafsir karena tergantung dari sudut pandang mana pengertian itu diambil.

“Hidup itu sederhana dan murah, yang membuat mahal itu hanyalah gengsi”. Pernah mendengar kalimat itu? Apakah memang benar demikian? Terkadang gengsi membuat hidup kita terasa sangat berat. Kita menuntut banyak hal dan tak pernah merasa puas terhadap segala hal yang kita miliki. Padahal kita sudah sering pastinya mendengar nasihat atau anjuran untuk selalu mensyukuri semua hal yang kita miliki. Orang awam mengatakan bahwa semakin banyak bersyukur, maka semakin bahagialah kita. Hidup sederhana pun bisa membuat kita tetap bahagia, asalkan kita tidak termakan oleh ego apalagi gengsi yang hanya untuk kesenangan belaka.

Sulit memang untuk bisa menghilangkan rasa gengsi dari dalam diri kita. Namun, sulit bukan berarti mustahil. Karena jika terus dipelihara, rasa gengsi dapat membuat seseorang mulai berani untuk berbohong demi menjaga harga dirinya di hadapan orang lain. Berpura-pura memiliki segalanya, padahal aslinya nihil. Orang-orang yang memiliki rasa gengsi tinggi biasanya akan melakukan berbagai macam cara untuk dapat terlihat lebih dari pandangan orang lain. Mereka tidak ingin menunjukkan kelemahannya kepada orang lain karena takut akan dipandang rendah.

Lho, emang ada manusia yang sempurna di dunia ini? Tentu setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, bukan? Jadi, kenapa harus gengsi ketika orang lain mengetahui kekurangan kita? Bukannya kekurangan kita itu harus diperbaiki bukan ditutupi? Setiap orang sudah memiliki rezekinya masing-masing dan memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Ingat, Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Lho, tapi saya mendapatkan apa yang saya inginkan? Ya itu karena kita memang benar-benar membutuhkannya sekaligus kita menginginkannya.

Penyebab Adanya Rasa Gengsi

  1. Masyarakat cenderung suka untuk bersosialisasi sehingga mendorong rasa ingin pamer atau tidak ingin lebih rendah dari orang lain.
  2. Sebagian masyarakat masih memegang budaya feodal dimana banyak lingkungan masyarakat yang terdapat kelas-kelas sosial. Akibatnya, terjadi hasrat yang tinggi untuk menempati kelas sosial tertinggi. Bahkan ada yang belum pindah kelas sosial, tetapi sudah dimulai dengan pamer.
  3. Adanya anggapan bahwa kesuksesan dapat diukur dari materi dan jabatan. Semakin besar material yang dimiki, maka semakin terpandang pula orang tersebut. Semakin tinggi jabatan yang dimiliki, maka semakin terhormat pula orang tersebut.
  4. Adanya tuntutan dari lingkungan sekitar. Ketika kita tinggal di sebuah lingkungan masyarakat dengan gaya hidup mewah, maka di situlah rasa gengsi kita akan semakin tinggi.
  5. Adanya rasa takut dipandang buruk dan selalu ingin dipuji.

Bahaya Memelihara Rasa Gengsi

  1. Hidup menjadi sangat boros. Ada tetangga membeli kulkas dua pintu, kita ingin membeli kulkas dengan pintu kemana saja, hehe.. Kadang manusia itu tidak mau kalah dari orang lain sebagai pertanda dirinya lebih sukses. Kebanyakan orang akan menghambur-hamburkan uang yang dimilikinya demi menutupi rasa gengsi. Bahkan, ada sebagian dari mereka yang menghabiskan banyak uang demi gaya hidup mewah kemudian jatuh miskin. Padahal, masih banyak keperluan-keperluan lain yang jauh lebih penting daripada berpura-pura gaya hidup mewah.
  2. Terjebak Dalam Lilitan Utang. Tidak sedikit orang-orang yang rela utang sana sini demi (berpura-pura) mencapai gaya hidup mewah. Meski berpenghasilan pas-pasan, mereka tetap bersikeras ingin untuk hidup mewah sampai meminjam uang. Akibatnya, banyak dari mereka yang terjebak dalam lilitan utang. Tentu saja hal ini dapat mengacaukan kehidupan mereka, terlebih lagi jika mereka tidak mampu membayarnya di waktu mendatang.
  3. Rentan Terkena Stres. Ketika seseorang merasa gengsi dan tidak dapat memenuhi rasa gengsi tersebut, maka dapat dipastikan dia akan terkena stres. Seseorang juga dapat stres ketika tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari karena uangnya habis dipakai untuk memenuhi hasrat rasa gengsi yang dimilikinya.
  4. Miskin terhadap ilmu. Adakalanya seseorang merasa gengsi ketika ia sudah dewasa, namun tidak mau belajar atau diajari oleh seseorang yang lebih muda darinya. Tentu saja hal ini sangat tercela dan menyebabkan dirinya miskin terhadap ilmu.
  5. Membiasakan diri menjadi seorang pembohong. Ketika seseorang memiliki rasa gengsi yang tinggi, namun dirinya tak mampu untuk memenuhi hasrat gengsi tersebut, maka ia dapat menghalalkan segala cara termasuk berbohong seolah-olah memiliki segalanya agar dipandang baik oleh orang lain.

Perbedaan Rasa Gengsi dan Rasa Malu

Apakah rasa gengsi dengan rasa malu itu sama? Tentu saja berbeda. Lalu apakah setiap rasa gengsi itu bersifat negatif? Bagaimana jika kita gengsi ketika ada seseorang yang lebih rajin beribadah daripada kita? Bukannya itu hal baik karena dapat mendorong kita untuk lebih rajin beribadah?

Untuk kasus tersebut, maka hal itu merujuk kepada sifat malu, bukan rasa gengsi. Dari sumber-sumber informasi yang saya temukan, ada perbedaan utama antara rasa gengsi dan rasa malu. Rasa malu itu merupakan sesuatu yang datang dari hati nurani dan akal seseorang terkait dengan hal-hal positif. Sedangkan rasa gengsi itu timbul lebih banyak karena disebabkan dari sifat-sifat angkuh seseorang.

Rasa Gengsi Dalam Pandangan Islam

Gengsi di dalam islam disebut dengan Waqahah, yaitu menjauhi suatu aturan agama dengan tidak mau melakukannya karena khawatir akan harga dirinya atau takut martabatnya akan jatuh. Misalnya seorang muslimah yang tidak mau memakai busana muslimah karena takut dianggap kurang gaul, seseorang yang lebih suka mengatakan “hey” daripada “assalamu’alaikum” ketika bertemu, seseorang yang tidak mau belajar pada yang lebih muda, dan sebagainya.

Waqahah merupakan penyakit hati yang sangat tercela. Penyakit ini akan menyebabkan kemaksiatan yang berorientasi pada kekufuran karena sifat itu biasanya diiringi dengan keraguan terhadap kebenaran Islam dan bentuk pengagungan jalan setan. Adapun lawan dari waqahah adalah haya’, yaitu suatu perasaan malu yang selalu menghiasi orang-orang beriman.

Gengsi itu sama bahayanya dengan ujub dan rasa minder. Semuanya sama merupakan perwujudan dari rasa cinta dunia. Gengsi muncul ketika hati sudah terpaku pada dunia, menjadikan dunia sebagai tolak ukut kemuliaan. Padahal yang dikejar merupakan kemuliaan di pandangan manusia, tetapi sia-sia di pandangan Allah SWT.

Allah SWT berfirman,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al-Hadiid: 20)

Cara Mengatasi Rasa Gengsi

1. Hilangkan keinginan untuk sama dengan orang lain

Kebiasaan untuk selalu sama dengan orang lain merupakan sebuah kebiasaan yang tidak baik. Setiap orang ditakdirkan berbeda-beda dan setiap orang memiliki rezekinya masing-masing. Mungkin sekarang orang lain sedang berada di atas kita, namun yakinlah bahwa di waktu nanti kita yang akan berada di atas mereka entah di dunia maupun di akhirat. Ingatlah bahwa roda kehidupan selalu berputar. Jadi tak perlu gengsi ketika kita lebih rendah dari orang lain karena semua sama di hadapan Allah SWT. Toh yang kaya juga tidak akan membawa semua hartanya ke akhirat.

2. Hilangkan keras kepala dari diri sendiri

Gengsi tidak selamanya tentang harta dan benda. Banyak orang yang bahkan gengsi dalam hal kecil, seperti gengsi meminta maaf duluan, gengsi menyapa duluan, gengsi memberi salam, dan lain-lain. Meminta maaf duluan bukan berarti kita yang salah, bukan? Meski terkadang hal-hal tersebut dapat menyiksa batin kita, namun hal tersebut perlu kita biasakan sehingga pandangan orang lain kepada kita pun akan baik.

3. Jadilah pribadi yang rendah hati

Ada hal yang simpel dan sederhana, namun sangat sulit untuk dikatakan, seperti mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih. Tanpa kita sadari, membiasakan ketiga ucapan tersebut dapat membuat kita dipandang rendah hati. Kebiasaan hal tersebut pula dapat menjauhkan kita dari rasa gengsi yang sangat menyiksa itu.


4. Bergaul dengan orang yang tepat

Salah satu faktor terbesar penyebab gengsi adalah pengaruh lingkungan sekitar yang memacu kita untuk berada di “kelas” yang lebih tinggi. Oleh karena itu, usahakan kita bergaul dengan orang lain yang sesuai dengan diri kita dan mampu membuat kita nyaman menjadi apa adanya kita. Sebenarnya hal ini tidak berlaku selama kita mampu menahan rasa gengsi dan bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

5. Ubahlah sudut pandang kita

Ketika ada orang lain yang lebih tinggi derajat sosialnya dibanding kita, biasanya kita akan berpikir bahwa kita ini payah, miskin, dan sial. Cobalah untuk mengubah pandangan seperti itu karena setiap orang itu berbeda, istimewa, unik, memiliki takdir dan rezekinya masing-masing. Kita tidak perlu gengsi dengan keadaan kita yang sebenarnya karena masih banyak orang yang keadaannya lebih buruk dari kita. Kita harus bersikap apa adanya bersyukur terhadap apa yang kita miliki.

6. Bangkitkan rasa percaya diri

Kebanyakan, rasa gengsi itu muncul ketika kita meyakini bahwa diri kita memalukan. Kita malu memakai barang KW, malu meminta maaf duluan, dll. Saatnya kita membangkitkan rasa percaya diri kita. Jangan dengarkan hal negatif yang orang lain katakan kepada kita. Justru harusnya kita bangga mampu menjadi diri sendiri.

7. Jadilah diri sendiri

Sebuah kalimat klasik dan banyak diucapkan oleh orang-orang, “jadilah dirimu sendiri”. Memang benar, kunci paling penting untuk bisa mengatasi rasa gengsi adalah menjadi diri kita sendiri. Tak peduli orang lain kaya, hidup mewah, dipuja-puja. Kita tetaplah sama dengannya di hadapan Allah. Kita hidup untuk tawakkal kepada Allah bukan tawakkal kepada sesama manusia. Selalu syukuri atas apa yang kita miliki karena ternyata banyak orang-orang yang lebih menderita daripada kita.

Demikianlah artikel kali ini. Jika ada kesalahan dalam penulisan, mohon untuk sampaikan kritik dan saran melalui contact form di bagian paling bawah artikel blog ini. Semoga bermanfaat! Mari untuk saling berbagi ilmu dengan membagikan artikel ini melalui menu share di bawah. Terima kasih!

Posting Komentar

0 Komentar